Hargo.co.id GORONTALO – Aksi balapan liar setiap momen bulan Ramadan seolah sudah menjadi kebiasaan bagi para remaja di Kota Gorontalo. Dalam tiga malam terakhir, sejumlah ruas jalan utama di Kota Gorontalo digunakan untuk balapan liar. Hal ini tentu meresahkan warga karena aksi balapan liar tersebut mengganggu waktu istirahat dan kekhusuan dalam menjalankan ibadah pada bulan Ramadan.
Pantauan Gorontalo Post (group hargo.co.id), di Kota Gorontalo terdapat empat titik lokasi balap liar, seperti di Jalan Bypas menuju kantor gubernur, depan Kantor Museum Gorontalo Kecamatan Kota Timur Kota Gorontalo. Selain itu balapan liar juga terjadi di kawasan Bundaran Hulodalo Indah (HI) jalan Nani Wartabone yang berdekatan dengan Pos Lantas Polres Gorontalo Kota.
Ruas jalan KH Agusalim. Yang paling parah balap liar di sepanjang jalan John Aryo Katili. Pasalnya di lokasi ini para pelaku balap liar sampai nekat menerobos lampu merah yang masih ramai dengan lalu lalang kendaraan. Balapan liar di kawasan itu biasanya dilakukan setiap pukul 00.00 wita hingga jelang subuh.
Para pelaku balap liar ini tergolong masih dibawah umur dan tidak menggunakan helm pengaman kepala. Hal ini praktis rawan terjadi kecelakaan lalu lintas. Aksi para pelaku balap liar itu cukup menuai keluhan warga yang tinggal di kawasan tersebut.
Sebut saja Irma Saputri, mengaku bahwa balapan liar tersebut sangat menggangu sekali pengendara lainnya. Untuk itu, Irma berharap petugas berwajib dapat memberi tindakan tegas terhadap para remaja yang melakukan balapan di jalan umum.
“Bila perlu sepeda motor para pembalap liar itu di tahan saja, karena ulah para pembalap liar tersebut tidak saja mengganggu pengendara lain, tapi juga mengganggu jemaah yang sedang tadarus dimasjid dan ganggu salat subuh,” kesalnya.
Aksi balap liar di jalan yang digelar tengah malam hingga dinihari ini, cukup menarik perhatian banyak kalangan. Aksi ini terus berlanjut, karena tidak adanya penertiban dari petugas kepolisian.
