“Menurut laporan dar beberapa Kepala Sekolah. Ada banyak buku-buku yang rusak karena banjir,” ungkap pejabat perempuan yang juga berdomisili di Kecamatan Tibawa tersebut. Dirinya menambahkan bahwa para siswa yang rumahnya ikut terdampak banjir, akan mendapat dispensasi dari sekolah. “Saya juga sudah meminta sekolah untuk mendata murid yang terkena musibah tersebut,” tutupnya.
Sementara itu, pasca banjir, banyak hal yang sangat dibutuhkan warga yang terkena dampaknya. Salah satunya adalah air bersih. Pasalnya, beberapa warga bahkan mengungkapkan bahwa air bersih adalah kebutuhan utama mereka. “Jangankan untuk minum. Saya dari semalam belum mandi, karena air kotor tercemari banjir,” ungkap Hardi, warga Desa Datahu yang diwawancarai Gorontalo Post, Selasa (17/4) pukul 15.00 Wita.
Kondisi lingkungan pasca banjir sangat memiriskan. Kubangan dan becek nampak berada didalam hingga di dinding-dinding rumah warga. Lingkungan yang seperti itu, tentu membuat para warga mudah terserang penyakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Roni Sampir membenarkan bahwa pasca banjir sangat rawan penyakit. “Sejak banjir malam itu, kami sudah menangani total 3 orang terkena sesak nafas. Kami terus mengontrol seluruh warga, dan tersedia 24 jam,” ungkap Roni.
Dirinya menambahkan bahwa pentingnya membersihkan lingkungan kotor yang sudah tercemari dan mungkin akan menimbulkan penyakit-penyakit. Sembari menghimbau warga untuk sekiranya memilah milih untuk mengkonsumsi air, agar tidak berdampak pada kesehatan mereka.
Tepisah, Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo sore kemarin, (17/4) langsung meninjau beberapa lokasi banjir yang ada di kecamatan Tibawa. Bupati yang didampingi Asisten II Sumanti Maku dan beberapa OPD terkait ikut membagikan bantuan kepada beberapa masyarakat korban banjir.
“Saya sudah turun untuk memastikan siapa saja warga saya yang terkena musibah banjir ini Kita berikan dulu bantuan jangka pendek, berupa makanan, minuman, terpal, selimut, obat-obatan serta peralatan penyedot air (alkon) bagi masyarakat yang air di rumahnya mulai surut,” ucap Nelson.
Bukan hanya itu, Nelson juga menaruh perhatian kepada infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat banjir. Seperti beberapa jalan serta jembatan yang rusak akibat banjir mendapat perhatian serius.
