Bahkan setelah melakukan peninjauan, Bupati mengumpulkan seluruh kepala OPD dan langsung mengelar melalui bersama-sama dengan Kepala Desa se Kecamatan Tibawa untuk merumuskan solusi atas kerusakan beberapa infrastruktur akibat bencana banjir.
Rapat itu berlangsung sekira pukul 19.00 WITA di aula kantor Camat Tibawa. “Untuk jangka panjang. Ada dua hal yang saya lihat perlu mendapatkan perhatian. Pertama yaitu daerah hulu di Kabupaten Gorontalo yang sampai saat ini tidak pernah selesai teratasi seperti Haya-haya dan daerah Isimu harus diperbaiki saluran airnya. Karena saluran air di dua wilayah ini sangat buruk dan kurang baik.
Yang kedua jalan lintas tidak memiliki saluran, serta kurangnya pepohonan maupun penanaman pohon di daerah-daerah hulu ini. Sehingga harus melakukan penanam kembali di daerah-daerah lereng,” tutur Nelson.
Selain itu, mantan Rektor UNG itu akan meninjau kembali perusahaan-perusahaan yang disinyalir dapat merusak ekosistem dan lingkungan sehingga menyebabkan Kabupaten Gorontalo terus mengalami banjir hampir setiap tahunnya.
“Karena HTI dan perusahaan Kelapa Sawit memiliki izin lahan yang luas. Maka akan kita tinjau lagi. Seluruh upaya akan kita lakukan untuk mencegah agar dampak banjir ini tidak terus meluas di waktu-waktu mendatang,” tandas Nelson.
Kepala BPBD Kabupaten Gorontalo Husni Deka mengungkapkan bahwa untuk sementara rincian data rumah yang terkena dampak, atau rumah yang rusak akibat banjir belum mutakhir. “Malam ini kami bagikan 2750 makanan siap saji untuk masyarakat yang terkena dampak,” ungkap Husni. Dirinya menambahkan malam ini (17/4) pihaknya akan membuat posko juga dapur umum untuk melayani warga korban banjir. (tr58/ndi/hg)
