Basarnas Gorontalo Kirim Tim Penyelamat ke Sulut

×

Basarnas Gorontalo Kirim Tim Penyelamat ke Sulut

Share this article

Hargo.co.id, GORONTALO – Masih banyaknya penambang yang tertimbun di lokasi penambangan emas tanpa izin (PETI) yang ambruk di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolaang Mongondouw, mengharuskan pemerintah mengerahkan seluruh kekuatan yang ada untuk mendukung proses evakuasi.

Tak heran, Badan SAR Nasional (Basarnas) mengerahkan personil tidak hanya di wilayah Sulawesi Utara tapi juga daerah terdekat seperti Gorontalo. Kemarin (27/2), Basarnas Gorontalo telah memberangkatkan satu tim penyelamat ke lokasi tambang di desa Bakan.

“Ada 8 personil yang diberangkatkan,” ujar Kepala Sub Seksi Operasi, Siaga Pencarian dan Pertolongan, Basarnas Provinsi Gorontalo, Suktianto.

Sebelum diberangkatkan, satu tim penyelamat itu terlebih dahulu mendapatkan pembekalan berkaitan dengan teknis pencarian dan proses evakuasi di lokasi bencana.

Karena memang lokasi tambang di desa Bakan cukup menantang dan terjal. Menurut Sukianto, tim yang dikirim itu akan bergabung dengan tim SAR Manado yang di BKO-kan.

“Beberapa daerah seperti Manado sudah mengirimkan tim SAR,” jelasnya.

Baca Juga: Puluhan Penambang Terkubur Hidup-hidup, Mau Tahu di Mana?

Proses pencarian korban yang tertimbun longsor di lokasi tambang Desa Bakan Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dihentikan sementara. Dihentikannya proses evakauasi karena terkendala dengan peralatan.

“Untuk saat ini kita istirahat sementara, dihentikan sementara karena penerangan juga kurang,” ujar Koordinator Pos SAR Kotamobagu, Rusmadi Rabu (27/2) sebagaimana dilansir totabuan.co.

Rusmandi mengatakan, jika memungkinkan, tak tertutup kemungkinan pencarian tetap dilanjutkan malam ini. Namun, jika keadaan tak memungkinkan, evakuasi dilanjutkan besok pagi. Sebab lanjutnya, diperkirakan masih ada korban yang tertimbun longsor.

Data terakhir disebutkan ada 40 orang masih tertimbun. Dia memprediksi masih ada korban hidup di bawah timbunan.

Diketahui longsor di tambang emas ilegal di Bolmong terjadi sekitar pukul 22.55 Wita, Selasa (26/2). Saksi mata menyebut longsor terjadi setelah tiang penyangga lobang terowongan patah.

Pasca terjadi longsor, dikabarkan ada puluhan orang diduga masih tertimbun. Puluhan tim gabungan melakukan evakuasi di lokasi yang masih sulit dilakukan karena banyak bebatuan yang labil.

“Kita berharap di dalam masih ada korban yang selamat,” kata Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yasti Soepredjo Mokoagow Rabu (27/2).
Tim gabungan, menurut Yasti, akan menggelar rapat menentukan pola evakuasi korban yang masih tertimbun di bawah longsor tambang.

“Insya Allah besok kita akan rapat lagi bersama tim gabungan,” ungkap Yasti.

Yasti mengaku tim masih kesulitan. Sebab karena medan, struktur tanah juga labil. Yasti menyebut korban tewas tambang emas Bolmong bertambah menjadi delapan orang. Korban selamat yang dievakuasi sebanyak 19 orang.  (net/gp/hg)