Minggu, 28 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Begini Pernyataan Direktur RS Multazam Gorontalo Soal Dugaan Malapraktik

Oleh Admin Hargo , dalam Metropolis , pada Senin, 18 Oktober 2021 | 14:05 PM Tag: , ,
  dr. Syahruddin Sam Biya (Direktur RS Multazam saat diwawancarai awak media). Foto: Zulkifli Polimengo/HARGO

Hargo.co.id, GORONTALO – Direktur Rumah Sakit (RS) Multazam Kota Gorontalo akhirnya menyampaikan pernyataan terkait dugaan malapraktik yang terjadi dilingkungannya dan mencuak di berita maupun media sosial khususnya di Gorontalo.

Ditemui wartawan di depan kantor RS Multazam pada Senin (18/10/2021), dr. Syahruddin Sam Biya menjelaskan bahwa pihaknya saat ini telah mengambil langkah-langkah sesuai dengan mekanisme penangan yang semestinya dilakukan.

“Terus terang Kejadian di RS Multazam terkait almarhumah Ibu MG yang meninggal dunia pada hari Jumat  kemarin itu, awalnya almarhumah dirawat di RS Multazam, saat dalam perawatan, ia mengeluhkan luka di perut. Sekarang ini sebagaimana yang sudah beredar viral dengan macam-macam, itu kami belum bisa memberikan pernyataan lengkap, nanti setelah ada hasil keputusan dari Majelis Kode Etik Kedokteran (MKEK), kami akan sampaikan lagi secara resmi untuk memutuskan seperti apa yang beredar sekarang dikatakan malapraktik,” jelas dr. Syahruddin Sam Biya.

Direktur RS Multazam itu juga menyatakan bahwa sekarang ini pihaknya masih sementara merampungkan laporan medik yang akan diserahkan kepada MKEK, yang nantinya akan di informasikan kembali. Rencananya besok pihaknya masih akan melaksanakan rapat bersama MKEK.

“Selanjutnya nanti sesudah ada hasil keputusan dari MKEK maka akan dilakukan kembali Press Conference. Saya pikir mari kita sama-sama sabar menunggu sampe besok ada keputusan dari MKEK,”kata dr. Syahruddin Sam Biya.

Saat ditanyai soal keaktifan dua orang dokter yang diduga terlibat dalam dugaan malapraktik tersebut, Direktur RS Multazam itu mengakui bahwa keduanya masih bertugas sebagaimana biasa, sambil menunggu keputusan dari MKEK.

“Terus terang saja itu ditanyakan juga, tapi sambil menunggu keputusan, tentu berlaku seperti biasa sampai dengan kalau memang sudah ada keputusan resmi, maka itu RS akan mengambil langkah-langkah sesuai dengan hasil keputusan MKEK itu,”ujar dr. Syahruddin Sam Biya.

Direktur RS Multazam itu juga menambahkan dimana hingga dengan saat ini pihaknya belum didatangi oleh keluarga MG, namun begitu jika sudah ada keputusan dari MKEK, maka sebagai umat yang beragama, pihak RS maupun dokter yang menangani MG sebelumnya akan melakukan upaya untuk silaturahmi dengan keluarga MG.

Dalam kesempatan tersebut, dihadapan Wartawan dr. Syahruddin Sam Biya mewakili RS Multazam Kota Gorontalo menyampaikan ucapan berbelasungkawa dan duka cita yang dalam atas meninggalnya pasien, Almarhumah MG.(*)

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 377 times, 1 visits today)

Komentar