Kamis, 7 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Berdiri pada 1 Mei 2000, Memberi Informasi Kepada Ribuan Orang

Oleh Aslan , dalam Gorontalo Headline , pada Selasa, 1 Mei 2018 | 11:00 Tag: , ,
  

18 Tahun Gorontalo Post, Setia Melayani Pembaca

Alhamdulillah, tanpa terasa 18 tahun sudah Gorontalo Post hadir di tengah-tengah masyarakat Gorontalo. Selama 18 tahun, Koran yang berdiri pada 1 Mei 2000 ini terbit berkesinambungan setiap hari untuk memberi informasi kepada ribuan orang.

Eksistensi Gorontalo Post sebagai media cetak terkemuka dan terbesar di Gorontalo ini tentu tak berjalan instan. Suka duka dan pasang surut mengisi perjalanan 18 tahun Gorontalo Post.

Dimulai dari koran Harian Gorontalo (HG) yang kala itu dinahkodai Hamim Pou. Menempati rumah kontrakan di Jl. K.H Ahmad Dahlan atau lebih dikenal sebutan “Jalan Tenga”, Harian Gorontalo hadir untuk mengawal aspirasi masyarakat Gorontalo. Yakni pembentukan daerah otonom Provinsi Gorontalo.

GORONTALO Post edisi perdana terbit 1 Mei tahun 2000 dengan haadline pemekaran Provinsi Gorontalo
GORONTALO Post edisi perdana terbit 1 Mei tahun 2000 dengan haadline pemekaran Provinsi Gorontalo

Mengawali kiprah sebagai media cetak, Harian Gorontalo di masa-masa awal kehadiran masih harus cetak di percetakan Manado Post di Manado. Selanjutnya memasuki awal 2001, Harian Gorontalo akhirnya mulai dicetak di Gorontalo.

Di tengah geliat mengawal aspirasi dan sumber informasi masyarakat Gorontalo, Harian Gorontalo diterpa cobaan. Banjir yang melanda Kota Gorontalo pada 2001, ikut merendam kantor Harian Gorontalo. Sebagian bahan produksi rusak akibat terendam air. Kondisi itu membuat Harian Gorontalo berpindah alamat dan menempati rumah kontrakan di Jl. Kasuari, Kota Gorontalo.

Dengan berbagai keterbasan yang ada, Harian Gorontalo terus berusaha menjalankan fungsinya sebagai salah satu pilar demokrasi. Sederetan wartawan muda dan enerjik seperti Elnino M.Husain Mohi, Islan Tabo, Azis Manangsang, Sophian Rahmola, Syahril Rasyid serta Femmy Udoki dan Spandi Pakaya menjadi ‘tulang punggung’ Harian Gorontalo dalam menyajikan informasi yang update bagi berbagai kalangan.

Dua berkiprah, Harian Gorontalo bermetamorfosis menjadi Gorontalo Post. Tidak hanya perubahan nama, stuktur manajemen juga ikut terjadi penyesuaian. Kendali Harian Gorontalo/Gorontalo Post yang sebelumnya dipegang Hamim Pou berpindah ke Moh.Sirham. Masih dengan kondisi yang diliputi berbagai keterbatasan, Moh.Sirham mulai menata Gorontalo Post. Pembenahan diawali dengan perubahan ritme kerja. Salah satunya rapat redaksi yang sebelumnya digelar sore dimajukan pada pukul 14.00 wita. Hingga kini kebijakan tersebut masih berlaku.

Pada 2002, Gorontalo Post kembali berpindah tempat dengan mengontrak sebuah rumah yang terletak di Jl. Raden Saleh, tepatnya di depan SMP Negeri 7 Kota Gorontalo.

Perlahan tapi pasti. Gorontalo Post terus meniti perjalanan mengiringi perkembangan daerah Gorontalo.

Tiga tahun menempati rumah kontrakan di Jl. Raden Saleh, Gorontalo Post lagi-lagi harus berpindah kantor. Kali ini Gorontalo Post menempati sebuah rumah yang terletak di Jl. Andalas depan Terminal 42 Kota Gorontalo. Di tempat itu seluruh rangkaian kerja Gorontalo Post dilaksanakan. Mulai dari pengetikan berita, penyuntingan, layout (desain) hingga proses pencetakan. Berbekal mesin Web Harris, harian Gorontalo Post dicetak dan didistribusikan ke penjuru Gorontalo.

Setahap demi setahap. Tangan dingin Moh.Sirham dalam menahkodai Gorontalo Post membawa perubahan signifikan.

Mesin cetak web Harris (yang tadinya hanya mencetak hitam putih dan dimodifikasi agar bisa mencetak warna), diganti dengan mesin yang lebih modern.

Sejalan peningkatan sarana dan prasana, pengembangan usaha turut dilakukan. Gorontalo Post yang tadinya berada di bawah Manado Post Grup, kini berdiri mandiri dengan anak perusahannya. Yakni Radar Gorontalo, Luwuk Post dan Radar Poso. Selain itu ada pula unit usaha yang sedang dalam tahap pengembangan yakni Gorontalo Post Printing serta media online hargo.co.id.

Demikian pula kantor Gorontalo Post yang tadinya bangunan rumah dibuat lebih representatif. Pembangunan Kantor Gorontalo Post itu membuat seluruh karyawan/ti Gorontalo Post harus “mengungsi” ke Ruko Gorontalo Bussines Center (GBC) di Jl. Sudirman, Kota Gorontalo pada 2010.

Hampir dua tahun karyawan/ti Gorontalo Post menempati ruko berlantai dua tersebut. Awal 2012, gedung megah berlantai lima berdiri tegak di depan terminal Andalas 42 Kota Gorontalo. Gedung itu yakni Grha Pena Gorontalo.

Sebulan menjelang ulang tahun, April 2102, Kantor Gorontalo Post diresmikan Menteri BUMN Dahlan Iskan bersama Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.

Bertepatan dengan momen bahagia ini, perkenankan kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pelanggan dan pembaca Gorontalo Post. Tak ketingalan para agen dan loper koran atas dedikasinya sehingga Gorontalo Post bisa menjangkau berbagai penjuru daerah Gorontalo.

Ungkapan yang sama turut kami sampaikan kepada para pimpinan daerah, akademisi, aktivitis, politisi serta para tokoh masyarakat Gorontalo yang tak henti-hentinya memberi masukan dan saran untuk kemajuan Gorontalo Post.

Akhir kata, kami memohon maaf apabila terdapat kekurangan ataupun belum memenuhi ekspektasi para pembaca. Kami akan senantiasa berupaya menyajikan karya terbaik.(***)

(Visited 24 times, 1 visits today)

Komentar