Kamis, 18 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Berharap Jadi Kader Pamong Praja yang Baik 

Oleh Berita Hargo , dalam Ragam , pada Senin, 25 Juni 2018 | 09:00 Tag: , ,
  

Hargo.co.id GORONTALO – Berani mencoba setelah mengalami kegagalan butuh kebulatan tekad untuk melakukannya. Seperti yang dialami Rini Eka Saputri Oktaviani Paputungan yang tak patah semangat meraih cita-cita untuk menjadi praja di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Anak tunggal dari pasangan dan Djun Paputungan Rukmawati Pulukadang ini mengaku sebelumnya tidak lulus pada pendaftaran tahun 2014. Hal itu sempat membuat dirinya patah semangat. Namun berkat dukungan orang tua, motivasinya untuk mencoba mendaftar IPDN pun bangkit lagi.

“Tahun 2014 saya pertama kali ikut tes IPDN. Awalnya semua berjalan lancar meskipun harus pulang balik kota-kampung Jawa pada waktu itu. Tapi mungkin Tuhan belum berkehendak sehingga harus gugur. Awalnya motivasi sempat turun, namun karena mama motivasi saya menjadi terpacu lagi,” tutur gadis yang hobi menyanyi ini.

Dia pun kembali mendaftar IPDN tahun berikutnya dan pada saat itu prosedur pendaftaran menjadi lebih ketat. Bahkan, Rini sampai harus mengikuti bimbingan belajar (bimbel) dari ba’da magrib sampai tengah malam.

Apa yang diusahakan Rini pun akhirnya tidak sia-sia dan berbuah manis. Dara yang sempat kuliah di Universitas Gorontalo pada jurusan ilmu pemerintahan ini pun berhasil lulus IPDN dan menjadi satu-satunya perempuan dari provinsi Gorontalo dari kuota enam orang dalam IPDN angkatan 26.

“Alhamdulilah, saya sangat bersyukur akhirnya cita-cita saya untuk masuk IPDN bisa tercapai. Saya juga beryukur akhirnya bisa membuat bangga sekaligus bahagia orang tua saya,” tutur alumnus SMA Negeri 1 Limboto ini.

Banyak suka dan duka yang dirasakan Rini selama ini, dimana salah satunya Rini mengaku senang bisa bertemu dan mengenal teman-teman baru dari Sabang sampai Marauke yang berbeda karakter, suku hingga budaya.

Di samping itu, ada rasa bangga sekaligus menjadi duka tersendiri bagi Rini. Dimana ia merasa beryukur dapat menjadi satu-satunya perempuan dari Gorontalo, namun kadang-kadang hal tersebut membuatnya merasa sendirian. Namun meskipun begitu hal tersebut tetap menjadi kebanggan tersendiri untuknya.

Kedepannya Rini berharap agar bisa diberikan kelancaran untuk dapat lulus di tahun 2019 yang akan datang.

“Semoga ke depan jika tidak ada halangan bisa melanjutkan S2 serta dapat menjadi Kader Pamong Praja yang baik dan berkualitas dan dapat melayani masyarakat tanpa pandang bulu,” tutup Rini.(tr61-gp/hg)

(Visited 9 times, 1 visits today)

Komentar