Jumat, 20 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Berkat Dukungan Keluarga

Oleh Berita Hargo , dalam LifeStyle , pada Minggu, 18 Februari 2018 | 20:10 Tag: ,
  

Bisa berkuliah di salah satu universitas terbaik di Indonesia, menjadi kebanggan tersendiri. Apalagi bisa membawa nama baik almamater kampus sesuai kemampuan yang dimiliki. Seperti halnya Sicilia Nusi yang baru saja menyandang gelar S.Si di Jurusan Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Padjadjaran, Bandung.

Dara kelahiran Paguat, 3 Mei 1996 ini, menyelesaikan masa pendidikannya dalam waktu 3,5 tahun. Selama berkuliah di kampus yang identik dengan almamater jas biru dongker ini, Sisil (sapaan akrab Sicilia Nusi) mengaku sangat bersyukur karena bisa menyelesaikan kuliah lebih cepat. Support dari keluarganya lah yang menjadi penyemangatnya, hingga bisa menyelesaikan kuliah lebih cepat.

Selain itu, perempuan lulusan SMAN 1 Paguat ini, merupakan alumni yang pertama kali lolos menjadi mahasiswa di Universitas Padjadjaran melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi SNMPTN.

Perempuan yang berimpian bisa membahagiakan orang tuanya ini, memiliki banyak rintangan terhadap keinginannya untuk bisa berkuliah. Kondisi keluarga yang tidak memungkinkan dalam mebiayai pendidikannya, menjadi salah satu cambuk penyemangat untuknya berfikir dan berusaha, bagaimana cara bisa melanjutkan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi.

Keyakinan, doa dan usahanya perempuan dari anak pasangan Ibrahim Nusi dan Rosna Mantulangi ini, berhasil lolos di perguruan tinggi yang diinginkannya, lewat jalur beasiswa bidikmisi. Menurutnya kemampuan yang ditorehkannya melalui prestasi di kelas saat SMA, merupakan bagian dari jawaban atas usaha yang telah diperoleh.

Perempuan yang bercita-cita menjadi seorang dosen semenjak SD ini, tentunya patut menjadi motivasi pasalnya, selain perjuangannya hingga sampai bisa menjadi mahasiswa. Sisil harus berhubungan jarak jauh dengan orang tuanya. Orang tua yang sudah sakit-sakitan membuat anak ke tiga dari empat bersaudara ini harus bersabar, jarak yang jauh tidak memungkinkan Sisil untuk menengok ataupun merawat orang tuanya.

Selama berkuliah Sisil mengaku banyak pengalaman yang dilewatinya “pengalaman ini menjadi sesuatu yang berharga, dari memiliki teman yang luar biasa baik, bahkan bisa dikatakan keluarga yang selalu mengarahkan dan mengajak pada kebaikan. Ini menjadi cerita indah untuk saya,” ujar Sisil.
Perempuan yang gemar membaca ini, selalu meyakini disetiap hal baik yang diperoleh, “tentu saja ada peran orang tua yang mendo’akan di setiap langkah ataupun niat baik saya,” pungkas Sisil. (ZT-07)

(Visited 4 times, 1 visits today)

Komentar