Uncategorized

Berteman di Sanct Social Dimulai dari Bertemu Langsung: Episode 6 Mengikuti Satu Hari di Jakarta Bersama Teman dari Singapura dan Malaysia

×

Berteman di Sanct Social Dimulai dari Bertemu Langsung: Episode 6 Mengikuti Satu Hari di Jakarta Bersama Teman dari Singapura dan Malaysia

Share this article

Sanct Social, sosial media untuk sahabat dekat dan keluarga yang didirikan Sion Abednego, founder asal Indonesia, menayangkan Episode 6 dari seri film pendeknya di YouTube pada Senin (12/10). Film berjudul “Nice to meet you.” itu berlatar Sabtu, 10 Oktober, dan untuk pertama kalinya memperlihatkan hal yang membedakan Sanct Social dari sosial media lain: teman pertama ditambahkan dengan bertemu langsung dan saling memindai kode QR. Ceritanya satu hari di Jakarta: dua teman Keisha dari Singapura datang berkunjung, dan Rivani, yang baru memakai Sanct Social, mendapat teman keempat dan kelimanya dari orang yang benar-benar ia temui hari itu. Semua layar aplikasi di film adalah layar sungguhan. Sanct Social gratis, tanpa iklan, dan sudah ada lebih dari 1.000 orang di dalamnya.

Jakarta, 13 Oktober 2026 — Di ruang kedatangan bandara, dua perempuan yang belum pernah bertemu saling melambai dengan canggung. Lalu salah satunya mengangkat ponselnya. Yang lain ikut mengangkat ponselnya. Dua ponsel itu bertemu di udara seperti dua gelas yang bersulang. Beberapa detik kemudian, di ponsel yang satu muncul kartu dengan nama yang lain, dan di bawahnya tombol “Add friend”.

Begitulah pertemanan dimulai di Sanct Social, dan begitulah “Nice to meet you.” dimulai, film keenam dari seri Sanct Social, yang tayang di YouTube pada Senin (12/10). Lima episode sebelumnya bercerita tentang satu keluarga yang terpisah antara Jakarta dan Singapura. Episode keenam membuka bagian lain dari aplikasi ini: teman.

Teman kelima sebelum hari berakhir

Ceritanya berlatar Sabtu, 10 Oktober. Keisha, yang baru pulang di Episode 5, menjemput dua temannya dari Singapura di Jakarta: Dennis, dan Rivani yang berasal dari Malaysia. Rivani baru memakai Sanct Social dan punya tiga teman di dalamnya. Di Sanct Social, pencarian teman dan beberapa fitur lain baru terbuka setelah seseorang punya lima teman, dan aplikasi mengatakannya sendiri lewat kartu kecil: “Sancty keeps this one cozy … 4 of 5 friends — keep going!”

Berita Terkait:  Bittime Soroti Dampak Keputusan FOMC terhadap Pasar Kripto

Film ini mengikuti angka itu sepanjang hari. Clarissa, adik Keisha, menjadi teman keempat di bandara. Teman kelima datang siang hari, berlari dan terengah-engah: Raka, yang terlambat makan siang. Dua ponsel bertemu lagi, kali ini di atas mangkuk bakso yang masih mengepul.

Di antara dua pertemuan itu, film memperlihatkan fitur-fitur Sanct Social lewat tingkah lima orang ini, tanpa satu kata pun diucapkan. Empat orang menunjuk ke empat arah untuk makan siang, lalu Keisha membuat polling dengan empat pilihan di grup “Jakarta, one day”, dan suara masuk satu per satu, termasuk dari Raka yang masih di jalan. Keisha mengirim stiker Sancty bertuliskan “Wow!”. Raka merekam pesan suara sambil berlari, dan satu meja mendekatkan kepala ke satu ponsel, lalu tertawa bersama. Setelah makan siang, Raka memotret keempat temannya dengan mode kamera Stereoscopic: di linimasa, foto itu bergerak ketika ponsel dimiringkan, dan lima kepala ikut miring bersama.

Telepon dari Malaysia

Saat senja, ponsel Rivani berdering. Di layar: “Amma”, ibunya di Malaysia, panggilan suara. Rivani menjawab, lalu melepaskan ponsel dari telinganya dan menekan satu tombol. Di ponsel ibunya muncul permintaan dari aplikasi: “Rivani wants to switch to video. Your camera stays off until you accept.” Ibunya menekan “Turn on video”. Lima wajah berdesakan di satu layar dan melambai. Tangan sang ibu naik ke dadanya. Wajahnya tidak pernah diperlihatkan.

Adegan terakhir para sahabat itu sederhana: lima ponsel diletakkan telungkup, bertumpuk, di atas tembok. Tidak ada yang menatap layar.

“Lima film kami bercerita tentang keluarga. Di film keenam kami memperlihatkan hal yang paling membedakan Sanct Social, dan hal itu tidak terjadi di layar, melainkan di antara dua orang yang berdiri berhadapan,” ujar Sion Abednego, pendiri Sanct Social. “Teman pertama di Sanct Social ditambahkan dengan bertemu langsung. Karena itu semua orang di ponselmu adalah orang yang benar-benar pernah kamu temui. Ibu Rivani di Malaysia melihat lima wajah, dan ia tahu anaknya bersama siapa.”

Berita Terkait:  FLOQ Market Outlook: Tekanan Global dan Kebijakan Moneter Uji Ketahanan Pasar di Awal 2026

Film ditutup oleh Sancty, yang membungkuk kecil seperti orang yang baru berkenalan, dengan satu kalimat di layar: “Nice to meet you.” Ia lalu mengangkat kartu putih dengan kode QR. Kode itu asli: siapa pun yang mengarahkan ponselnya ke layar akan sampai di sanct.social.

Yang tampil di film ada di aplikasi

Semua layar aplikasi di film diambil dari aplikasi Sanct Social yang ada sekarang, hanya diganti nama tokoh, foto, isi pesan, dan jamnya. Tujuh fitur tampil di episode ini:

– Menambah teman dengan saling memindai kode QR saat bertemu langsung. Teman juga bisa ditambahkan dengan kode undangan atau lewat perkenalan dari teman.

– Lima teman pertama. Pencarian dan saran pertemanan terbuka setelah pengguna punya lima teman, dan keduanya hanya menjangkau teman dari teman.

– Polling di dalam obrolan, dengan pilihan yang bisa ditambah.

– Pesan suara.

– Stiker Sancty di dalam obrolan.

– Foto Stereoscopic: satu foto yang bergerak ketika ponsel dimiringkan di linimasa.

– Panggilan suara yang bisa berubah menjadi panggilan video, dan hanya setelah pihak lain menyetujuinya.

Bagaimana data pengguna diperlakukan

Sanct Social tidak memiliki iklan maupun linimasa publik, dan tidak menjual data pengguna ke pihak ketiga. Sancty memproses data hanya di dalam akun pengguna itu sendiri untuk merespons, dan data tersebut tidak digunakan untuk melatih model AI publik. Kebijakan privasi Sanct Social dapat dibaca di https://sanctsocial.app/privacy

Harga dan ketersediaan

Sanct Social gratis: fitur inti tetap gratis, sementara fitur premium yang bersifat opsional menyusul kemudian, tanpa iklan di kedua versi. Sanct Social tersedia untuk iPhone di App Store Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Versi Android di Google Play belum siap. Aplikasi ini tersedia dalam bahasa Indonesia, Inggris, Melayu, dan Hindi, dan sudah ada lebih dari 1.000 orang di dalamnya. Keenam episode seri film Sanct Social dapat ditonton di YouTube.

Berita Terkait:  Bitcoin Kembali Tembus US$80.000, Aset Kripto Ikut Reli

Unduh Sanct Social dan informasi lebih lanjut: https://sanct.social

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES