Hargo.co.id, GORONTALO – Status Darurat Narkoba saat ini masih disandang Indonesia.Untuk itu diperlukan suatu gerakan untuk mencegah dan mengatasi hal tersebut.
Sesuai tema Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) yakni, Menyatukan dan mengerakkan seluruh kekuatan bangsa dalam perang melawan Narkoba untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat tanpa Narkoba.
Maka Badan Narkotika Nasional Provinsi Gorontalo memperingati HANI tersebut diselenggarakan di Gedung Sumber Ria Kamis (12/7). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur, Kapolda, Kepala Kejati, Kepala Kemenkumham dan sejumlah Pejabat Lainnya di Lingkungan Provinsi, Kabupaten dan Kota Gorontalo.
Kepala BNNP Gorontalo Oneng Subroto, mengungkapkan, makna dalam memperingati HANI adalah rasa keprihatinan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor, sehingga dibutuhkan sebuah gerakkan untuk membangun solidaritas serta menggelorakan semangat dalam upaya melawan kejahatan Narkoba.
Kepala BNNP turut menjabarkan, bahwa prestasi BNNP Gorontalo dari tahun ketahun makin gemilang. Terbukti sejak tahun 2017 telah merehabilitasi 396 orang penyalahguna Narkoba, baik di balai rehabilitasi Milik BNN Maupun lembaga milik Pemerintah.
Dan telah memberikan layanan untuk pasca rehabilitasi kepada 155 mantan penyalahgunaan dengan mengikuti team asesmen terpadu. Untuk tahun 2018, BNNP juga telah merehabilitasi 109 penyalahguna, dan memberikan layanan pasca rehabilitasi program lanjutan kepada 46 mantan penyalahguna.
Sementara itu, untuk periode Januari-Desember 2017 BNNP telah mengungkap 58 kasus Narkoba, dan telah mengamankan 74 orang tersangka, untuk tahun 2018 Januari-Juli telah mengungkap 70 kasus Narkoba dengan tersangka sebanyak 80 orang.
Menurut Oneng Subroto, hal ini merupakan bukti keseriusan aparat pengeak hukum dalam kejahatan Narkoba, dan juga BNNP Gorontalo, juga akan merencanakan pembangunan loka realbilitasi Narkoba, sekaligus membangun center of life skill/Pusat Pengembangan Pengembangan diri untuk bekal kembali kepada masyarakat bagi mantan pecandu, ujar Kepala BNNP.
Kepada Awak Media, Gubernur Rusli Habibie mengatakan, bahwa seluruh stecholder seyogyanya turut membantu peran dan fungsi dari BNNP dalam memberantas dan memerangi Narkoba di Gorontalo. Menurut Gubernur, dalam memerangi Narkoba dibutuhkan informasi dari masyarakat.
“Semua pihak harus membantu tugas dari BNNP, TNI, dan POLRI sebab jumlah personil mereka sedikit, peran masyarakat adalah membantu mereka dalam memberikan informasi agar masalah Narkoba di Gorontalo dapat diatasi,” ungkap Rusli Habibie.
Selain itu pula, Rusli habibie Pemprov Gorontalo telah memberikan hibah tanah untuk pembangunan Kantor BNNP Gorontalo, yang tujuannya untuk membantu tugas dan fungsi BNNP di Gorontalo. (tr59/gp/hg)
