BNN Kota Gorontalo Kembali Terapkan Program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba

×

BNN Kota Gorontalo Kembali Terapkan Program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba

Sebarkan artikel ini
Pembahasan pelaksanaan program ketahanan anti narkoba oleh BNN Kota Gorontalo bertempat di rumah makan Mawar Sharoon Kota Gorontalo.
Pembahasan pelaksanaan program ketahanan anti narkoba oleh BNN Kota Gorontalo bertempat di rumah makan Mawar Sharoon Kota Gorontalo. (Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Program ketahanan keluarga anti narkoba akan diterapkan kembali oleh BNN Kota Gorontalo di tahun 2023.

Sub Koordinator P2M Mulyati Imbran mengatakan, program ketahanan keluarga anti narkoba sudah dimulai sejak tahun 2020.

“Program ketahanan keluarga anti narkoba sudah dimulai sejak tahun 2020 dan untuk tahun 2023 ini akan tetap dilaksanakan tetapi, masih tetap menunggu juknis,” kata Mulyati, Rabu (29/3/2023).

Ia menambahkan, program ketahanan keluarga ini merupakan salah satu project dengan program kelurahan bersinar.

“Dari kelurahan bersinar ini kita tetapkan satu project untuk ketahanan keluarga, kelurahan tersebut adalah Tapa. Jadi, dari Kelurahan Tapa kita akan bentuk untuk dipilih mana keluarga yang bisa kita latih untuk bisa menyebarkan informasi di kelurahan tersebut,” ujar Mulyati.

Lebih lanjut, Mulyati menuturkan, program ketahanan keluarga anti narkoba di Kelurahan Tapa melibatkan lima keluarga aktif dan 10 keluarga yang akan dilatih.

“Jadi ada lima keluarga yang aktif dan ada 10 keluarga yang akan kita latih untuk bisa memberikan informasi di kelurahan tersebut mulai dari orang tua dan anak ini akan membentuk benteng dari diri keluarga itu,” kata mulyati.

Program ketahanan keluarga anti narkoba terus berjalan, dimana setiap enam bulan akan dievaluasi.

“Program ini terus berjalan, kita evaluasi enam bulan kemudian keluarga tersebut sudah bisa membentuk ketahanan suatu ketahanan diri dan bisa memberikan informasi pada keluarga-keluarga di sekitar,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa untuk respon dari keluarga dan masyarakat yang didatangi sangat baik karena mereka mendapatkan ilmu pengetahuan tentang mencegah peredaran narkoba.

“Harapan saya bahwa keluarga itu punya landasan yang kuat untuk bisa membentengi diri dari lingkungan-lingkungan yang negatif dengan lingkungan tetangga-tetangga yang menyalahgunakan narkoba jadi kita harus membentengi diri dari hal-hal yang tidak baik,” pungkasnya.(*)

Penulis: Nur Nadiva Daeng/Mahasiswa Magang UNG