Keputusan untuk kembali menunda ujian itu jelas membuat publik berang. Akhir pekan lalu, pasca penundaan kali pertama, sebagian besar peserta ujian dan orang tua siswa kelas XII di Kota Bangalore melampiaskan amarah ke kantor panitia penyelenggara ujian masuk perguruan tinggi.
Mereka mendatangi kantor dan merusak benda-benda yang ada di sana. Kebocoran soal itu, menurut pihak berwajib, diungkapkan sendiri oleh para peserta ujian.
Sebagian mengaku mendapatkan tawaran soal mata ujian kimia. â€Tawaran itu mereka terima melalui WhatsApp. Soal-soal kimia itu dihargai masing-masing 1.000 rupee (sekitar Rp 198 ribu),†kata pejabat kepolisian setempat.
Selain tiga orang yang kini berada di kantor polisi, pemerintah setempat yakin ada lebih banyak pihak yang terlibat. Sejauh ini Dinas Pendidikan Karnataka telah memecat sedikitnya 40 pegawai yang terlibat dalam kasus tersebut.
Meski kecurangan dan menyontek saat ujian merupakan hal yang sangat umum di India, aparat tetap menindak tegas para pelakunya. (AFP/hep/c6/ami/hargo)
