Bolehkah Wartawan Terjun ke Dunia Politik?

×

Bolehkah Wartawan Terjun ke Dunia Politik?

Share this article
M. Agung Dharmajaya, Wakil Ketua Dewan Pers

Hargo.co.id, GORONTALO – Tak asing mendengar mantan wartawan terjun ke dunia politik, kemudian maju pada Pileg maupun Pilkada. Namun, menjadi pertanyaan, bagaimana jika wartawan yang masih aktif menjadi kontestan?

Terkait hal ini, Wakil Ketua Dewan Pers, M. Agung Dharmajaya, angkat bicara menanggapinya. Menurutnya, jika wartawan aktif lantas ikut Pileg, Pilkada, maupun sejenisnya, maka harus mundur dari profesinya sebagai wartawan. Selanjutnya wartawan yang memilih menjadi pengurus Parpol, juga harus mundur.

“Barangkali jelas, keterlibatan teman-teman yang mau ikut kontestan, ataupun menjadi pengurus partai, maka tentunya dia harus mundur sebagai wartawan atau jurnalis,” kata M. Agung Dharmajaya, diwawancarai Hargo.co.id, melalui WhatsApp, Senin, (22/08/2022).

Alumnus Lemhanas RI Angkatan 55 tahun 2016 itu berkata, apalagi wartawan yang bersangkutan sudah memiliki kompetensi dari Dewan Pers. Pastinya, memahami hal tersebut. Ia pun kerap kali mengingatkan hal ini pada beberapa kali kesempatan.

Lebih jauh, M. Agung Dharmajaya, juga menyinggung wartawan yang sudah tidak aktif melakukan kerja-kerja jurnalistik. Ditegaskannya, wartawan harus ada karya jurnalistik sekurang-kurangnya enam bulan berturut-turut alias tidak putus.

“Jadi, saya ini kebetulan di Dewan Pers, tiga tahun saya tidak menulis, satu tahun atau tujuh bulan tidak menulis, maka tentunya saya juga harus fair (adil), bahwa saya tidak melekat sebagai wartawan,” ujarnya.

“Bahwa saya punya kartu wartawan, saya punya kompetensi utama, tetapi dalam kurun waktu tersebut tidak punya karya, tidak bisa kemudian saya menggunakan atribut saya sebagai wartawan. Ya karena tadi, bahwa yang namanya jurnalis, ketentuannya tadi,” ujarnya, menerangkan.

M. Agung Dharmajaya berharap, ini menjadi pengetahuan bersama. Sebab jadi persoalan juga lanjutnya, ketika ada narasumber, atau ada orang yang bertanya kapan menulis? Sementara wartawan terkait sudah tak menulis lagi.

“Ini supaya jadi pengetahuan kita bersama, kadang-kadang gitu kan, sudah sekian lama tidak melakukan kerja-kerja jurnalistik lebih dari enam bulan, tapi masih kemana-mana bilang, bahwa saya wartawan,” imbuhnya. (*)

Penulis: Abdul Majid Rahman