Hargo.co.id Gorontalo – Peristiwa nahas terjadi di atas jembatan Tangkobu, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Sabtu (7/10) sekira pukul 23.30 wita. Sebauh mobil pickup putih, DM 9542 E yang bermuatan enam penumpang, terbalik setelah menghantam trotoar jembatan. Satu orang tewas pada kecelakaan lalulintas (Lakalantas) tunggal itu.
Informasi yang diperoleh Gorontalo Post menyebutkan, malam itu pengemudi pickup Abdul Malik Razak (24) warga Desa Motilango Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango melaju dari arah Paguyaman, hendak ke Kota Gorontalo.
Ia membawa enam penumpang masing-masing Brilyan Calvin Weler (21), warga Kelurahan Kema 1, Kecamatan Air Tembaga, Kota Bitung (Sulut), Monica Nelva M. Kapele (19), warga Kelurahan Rumengkor 1 Kecamatan Tombulu, Minahasa (Sulut), Lutfianto Karim (17) dan Unyi, warga Desa Tamboo Kecamatan Tilongkabila, Bone Bolango (Gorontalo), Novalen Danyel dan Wahyudin Ahmad, (24) warga Desa Motilango Kecamatan Tilongkabila, Bone Bolango.
Monica dan Wahyudin duduk di dekat kemudi, sementara empat lainya duduk di lakbak terbuka. Saat memasuki jembatan, jalan sedikit menikung ke kiri. Dalam posisi itu, diduga Abdul Razak yang terus memacu lanju kendaraan dengan kecepatan tinggi, malah tambah membanting setir ke arah kiri.

Akibatnya kendaraan tak bisa dikendalikan lagi, dan langsung menghantam trotoar jembatan. Mobil langsung terbalik, sementara empat penumpang yang ada di lakbak terbuka terlempar. Beruntung saat itu tidak ada yang jatuh di jembatan.
Para penumpang mengalami luka serius karena membentur aspal, satu diantaranya Brilyan Calvin Weler warga Kota Bitung, Sulut diduga tewas seketika di lokasi kejadian. Warga sekitar yang mendengar bunyi tabrakan langsung berbondong melakukan pertolongan dan evakuasi, yakni merujuk para korban ke rumah sakit.
Kapolres Boalemo AKBP Dwicahyo Nugroho, melalui Kasat Lantas AKP Doddy didampingi Kepala Unit Lakalantas Bripka Nirwan Saidi membenarkan peristiwa nahas itu. Dari hasil pengembangan polisi, diketahui jika pengemudi pickup nahas itu, dalam kondisi pengaruh minuman keras. Pasca kejadian, sempat berkembang informasi adanya korban yang jatuh ke sungai, namun polisi bantahnya.
“Karena saat kecelakaan terjadi, para warga sekitar masih beraktivitas, dimana hanya beberapa puluh meter sebelum lokasi kecelakaan adalah rumah makan yang ramai sepanjang malam, sehingga kejadian ini langsung diketahui warga dan aparat kepolisian,”ujar AKP Dody.
Seluruh korban termasuk korban tewas, sempat dilarikan ke PMC Paguyaman, dan beberapa lainnya telah di rujuk ke RSAS Kota Gorontalo. “Sopir sudah kami amankan Mapolres Boalemo, barang bukti mobil kami titip di Mapolsek Paguyaman,” tandas Dody. (gip/hg)
