Selasa, 30 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Brukk! Hantam Mobil Van, Pasturi Tewas Ditempat

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Rabu, 18 April 2018 | 11:24 AM Tag: , ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id – Trans Sulawesi di Dusun Moronjoe, Desa Tenilo, Kecamatan Paguyaman, Boalemo kembali menelan korban jiwa, Selasa (17/4). Pasangan suami istri (pasutri) Yeris Abdul (42) dan Hadija Katili (40) warga Kelurahan Dembe, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo tewas seketika di lokasi. Itu setelah sepeda motor Yamaha DM 3505 JE yang ditumpangi Yeris dan Hadija bertabrakan dengan mobil van B 9275 BC yang dikemudikan Ahmad Usu (31) warga Desa Molohu, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, tabrakan terjadi di lokasi jalan yang menikung tajam dan menanjak. Saat itu, Yeris dan Hadija bergerak dari arah Tilamuta menuju ke Kota Gorontalo. Sebaliknya, Ahmad Usu yang mengendarai mobil van bergerak dari Kota Gorontalo menuju ke Tilamuta.

Ditengarai laju kedua kendaraan saat memasuki tikungan tajam ke kanan (dari arah Kota Gorontalo menuju Tilamuta,red) cukup tinggi. Sehingga terjadi kedua pengendara tak sempat mengendalikan penuh kendaraan masing-masing ketika akan berpapasan. Akibatnya tabrakan keras terjadi.

Yeris dan Hadija yang menumpangi sepeda motor sempat terseret sepanjang 2 meter. Benturan keras menyebabkan Yeris dan Hadija mengalami luka serius di bagian kepala. Nyawa keduanya tak bisa lagi tertolong.

Kapolres Boalemo, AKBP Dwi Yanto Nugroho,SIK melalui Kasat Lantas AKP Rahman menjelaskan, sesaat setelah mendapat informasi tabrakan, pihaknya langsung mengindentifikasi dan mengevakuasi korban.

“Kedua korban sudah dalam kondisi tak bernyawa. Dari lokasi kejadian, kedua korban yang merupakan suami istri ini dievakuasi ke Puskesmas Paguyaman,” kata AKP Rahman.

Demikian pula barang bukti mobil van jenis Suzuki AVP sementara waktu masih berada di lokasi. “Mobil tidak bisa lagi dihidupkan,” ujar AKP Rahman. Terpisah, Ahmad Usu saat diinterogasi petugas mengaku, saat memasuki tikungan di Desa Tinelo dirinya dikejutkan dengan posisi sepeda motor yang berada di tengah.
“Saya sudah tak sempat lagi menginjak pedal rem,” katanya.(nrt/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar