Senin, 17 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Budidaya Keladi Hias Dengan Metode Kultur Jaringan

Oleh Admin Hargo , dalam LifeStyle , pada Minggu, 9 Januari 2022 | 04:05 AM Tag: , , ,
  Budidaya tanaman hias dengan kultur jaringan (Foto: Dok. Pemkot Yogyakarta)

Hargo.co.id, YOGYAKARTA – Teknologi dan ilmu pengetahuan telah membawa dampak yang luar biasa terhadap pengembangan budi daya tanaman di Indonesia.

Tidak terkecuali untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan tanaman hias yang sedang digeluti beberapa tahun terakhir.

Salah satu tanaman hias yang sedang digemari masyarakat di Yogyakarta adalah keladi hias.

Motif daunnya yang berwarna-warni dan cantik membuat tanaman ini menjadi primadona baru.

Oleh karena itu, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta tengah mengembangkan budidaya tanaman keladi hias melalui metode kultur jaringan.

Analis Laboratorium Kultur Jaringan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogyakarta Anny Widi Astuti mengatakan dengan pengembangan kultur jaringan diharapkan dapat membuahkan hasil yang maksimal serta menghemat biaya.

“Kami saat ini sedang menggeluti kultur jaringan tanaman keladi. Banyak dari masyarakat yang tertarik dengan tanaman ini. Maka kami kembangkan agar nantinya masyarakat bisa ikut menanam tanaman tersebut,” ujar Anny, Jumat (7/1), dikutip dari laman resmi Pemkot Yogyakarta.

Menurutnya, keunggulan budidaya keladi menggunakan model kultur jaringan bisa lebih mempermudah karena hanya menggunakan bagian daun atau umbinya.

“Bagian seperti daun dan umbinya ini lebih mempermudah kami untuk mengembangkan tanaman keladi dengan model kultur jaringan. Selain itu dapat menghasilkan benih keladi dalam jumlah banyak di waktu tertentu,” ujarnya.

Tak hanya itu, dengan menggunakan kultur jaringan benih menjadi seragam, hemat biaya, serta bebas dari hama penyakit.

Tanaman keladi hias pada dasarnya memiliki banyak ragam jenis, mulai dari jenis lokal sampai beberapa jenis yang langka dari luar negeri.

“Kami fokus kepada dua pengembangan tanaman keladi yakni lokal dan jenis yang langka. Hal ini untuk mendukung peningkatan tanaman hias di perkotaan agar semakin diminati warga,” jelasnya.

Hingga saat ini tingkat keinginan warga di Yogyakarta membeli tanaman hias sangat tinggi.

Ada tiga jenis tanaman yang menjadi favorit warga yakni tanaman anggrek, keladi, dan aglonema.

“Ketiga jenis tanaman tersebut masih menjadi incaran mereka, memang banyak diminati dan kami sering mengadakan kontes tanaman hias aglonema dan anggrek setiap tahun. Nah untuk keladi jenisnya ini masih belum kami berikan nama. Ada yang daunnya beberapa warna, dan memiliki bentuknya seperti gelombang cinta,” katanya.

Tanaman keladi hias sendiri memiliki harga yang beragam, mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per tanaman.

Sedangkan untuk tanaman keladi jenis langka harganya berkisar puluhan ribu bahkan sampai jutaan.

Tanaman keladi hias yang mahal biasanya memiliki warna dan bentuk seperti jenis yang berasal dari luar negeri.

Anda tertarik memiliki tanaman keladi hias, mari kita tunggu Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta merilis hasil kultur jaringan tanaman keladi hias. (JPNN.com)

 

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com, dengan judul: “Bercocok Tanam Keladi Hias Dengan Metode Kultur Jaringan“. Pada edisi Sabtu, 08 Januari 2022.
(Visited 17 times, 1 visits today)

Komentar