Bulan Ramdhan, Pengemis Kian Tumbuh Subur

×

Bulan Ramdhan, Pengemis Kian Tumbuh Subur

Share this article
Ilustrasi

Hargo.co.id Gorontalo – Jumlah pengemis yang berkeliaran di Kota Gorontalo semakin hari semakin marak. Terutama di bulan Ramadan ini, para pengemis ini menjalankan aksinya dengan menggunakan motif sumbangan panti dan masjid.

Salah satu faktor meningkatnya jumlah pengemis ini adalah tingginya penghasilan para pengemis, sehingga menjadi salah satu daya tarik meningkatnya jumlah pengemis yang mengadu nasib khususnya di Kota Gorontalo.

Dari pengakuan para pengemis yang rata-rata Ibu Rumah Tangga (IRT) ini, setiap harinya mereka bisa meraup uang hingga jutaan rupiah, dan hal ini cukup menggiurkan. Tak heran, walau dilakukan razia berulang-ulang, pengemis tetap saja marak dan kian tumbuh subur.

Sebut saja seperti pendapatan HD. IRT berusia 54 tahun yang terjaring razia Dinsos itu mengeluarkan uang pecahan ratusan ribu dari dompet dibawanya.

Wanita yang mengaku warga Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango bisa mengumpulkan uang tersebut dalam waktu 4 jam.

Hadijah bahkan mengaku, bisa mengantongi uang hingga jutaan rupiah dari meminta-minta di wilayah Kota Gorontalo dalam waktu sehari.

“Tadi dari pagi sampe siang, saya dapa Rp 250 ribu lebih, kadang bisa sampai satu juta lebih, apalagi kalau puasa bagini,” tutur polos wanita yang mengaku yatim piatu itu.

Hadijah adalah diantara lima pengemis, yang terjaring razia Dinsos Kota Gorontalo di sejumlah pusat perbelanjaan Kota Gorontalo. Mereka ditangkap kemudian diamankan ke Kantor Dinas Sosial Kota Gorontalo.

Kepala Dinas Sosial Kota Gorontalo, Ben Idrus, saat diwawancarai Gorontalo Post (group hargo) mengaku, para pengemis dan gepeng yang terjaring razia merupakan pelaku lama, yang memang sudah berulang kali terjaring razia petugas.

“Sebagian besar pengemis yang ada di Kota Gorontalo ini merupakan pengemis dari luar Kota, meski tak sedikit juga yang warga asli Kota Gorontalo, mereka tergiur dengan penghasilan yang sangat tinggi dari mengemis,” tambahnya.

“Hari ini yang tertangkap lima orang, mereka kami bina kemudian diserahkan kepada Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango, karena semuanya bukan warga Kota Gorontalo,” tegasnya. Ben juga menghimbau kepada warga Kota Gorontalo untuk bisa melaporkan kepada pihaknya apabila melihat dan mendapati pengemis yang beroperasi di Kota Gorontalo. (tr-45/ar/hargo)