Senin, 30 Januari 2023
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Cara Beda Hadapi Anak Autis, Gali Minat dan Bakatnya

Oleh Aslan , dalam LifeStyle , pada Kamis, 6 Juli 2017 | 07:00 Tag: ,
  

Hargo.co.id – Para orang tua di era modern tak perlu lagi merasa malu atau minder jika memiliki buah hati dengan kebutuhan khusus yakni autisme. Cara paling tepat adalah dengan mengarahkan mereka untuk menggali sisi lain minat dan bakatnya terhadap sesuatu. Banyak anak autis yang justru bisa bermain piano, menulis, atau menyanyi.

Anak autis memang mempunyai kekurangan dan kebutuhan khusus tidak bisa fokus terhadap sesuatu. Para orang tua dituntut untuk bisa beradaptasi dalam menghadapi anak autis.

banner 728x485

Karena itu, AJ Entertainment Production House and Event Organizer mengadakan acara kegiatan Event Sosial berbasis Event Nasional yang baru pertama kali diadakan di Jakarta. Acara itu bertujuan untuk mengembangkan potensi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yaitu autisme. Festival tersebut akan digelar di Among Putro SkyWorld Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta pada 8-9 Juli 2017. Anak-anak autis untuk bisa mengembangkan potensi diri dalam hal kreativitas seni dan menggali potensi diri ABK.

Motivator dan Trainer Anak Autis dari Elect ECF Jakarta, Dessy Arnas menjelaskan anak-anak autis selalu menyimpan kelebihan dan bakat di balik segala kekurangannya. Peran orangtua penting dalam menggali dan memfasilitasinya.  Setiap anak diciptakan unik, istimewa, serta memiliki potensi terpendam yang perlu  digali. Tak terkecuali anak-anak autis.

“Beberapa orangtua para anak-anak autis yang sempat diwawancarai memiliki keyakinan yang hampir sama. Bahwa dibalik keunikannya , anak-anak autis memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan. Mencari potensi yang luar biasa pada anak autis, karena di kemudian hari kelak anak-anak autis dapat menjadi mandiri dan andalan di masa dewasa,” jelas Dessy kepada wartawan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Rabu (5/7).

Berbagai kegiatan akan digelar seperti area untuk pameran karya seni anak-anak autis, talkshow inspiratif, acara menggali minat bakat, konseling, hingga bazar. Sehingga, orang tua atau masyarakat tak boleh lagi memandang anak autis sebagai anak yang aneh atau berbeda, tetapi mereka pasti memiliki kelebihan.

“Orang tua harus siap, anak-anak berkebutuhan khusus harus mendapatkan taking care lebih. Dan orang yang paling dekat adalah orang tua, saudara, dan baby sitter atau asisten rumah tangga,” kata Dessy. (hg/cr1/JPG)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar