Rabu, 25 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Cegah Hoax, AMSI Segera Gelar Training Literasi Berita untuk Publik

Oleh Admin Hargo , dalam Ragam , pada Jumat, 6 Mei 2022 | 16:05 Tag: , , , ,
  Training News Media Literacy, Literasi media untuk publik melawan MIS/DISInformasi. (Instagram/amsi_id)

Hargo.co.id, JAKARTA – Guna memberikan pemahaman terhadap publik tentang pentingnya literasi media, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menyelenggarakan pelatihan literasi berita (news literacy training) di sepuluh wilayah di Indonesia yang akan berlangsung sejak bulan Mei hingga September 2022.

“Kemampuan memverifikasi informasi dan mencari sumber referensi yang benar diperlukan masyarakat, diharapkan peserta dapat terlibat menahan laju sebaran hoaks atau informasi bohong yang dampaknya cukup besar dan merusak sendi-sendi sosial, bahkan mempengaruhi kebijakan,” kata Irfan Junaidi (Ketua II AMSI dan Penanggung Jawab Program Cek Fakta, Rabu (29/04/2022) di Jakarta.

Menurut informasi yang dirilis pada Jumat (06/05/2022), sebelumnya pada 2021, AMSI berhasil mentraining 243 peserta, dan pada 2022 ini organisasi media itu menargetkan dapat mentraining 250 orang dari berbagai unsur.

Kegiatan pelatihan ini nantinya akan digelar di sembilan wilayah di Indonesia dengan metode tatap muka dan satu wilayah dengan metode pelatihan online. Adapun sepuluh wilayah yang menjadi tempat pelatihan yaitu Papua, Kalimantan Tengah, Riau, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat dan Gorontalo.

Peserta pelatihan dalam kegiatan yang didukung oleh Google News Initiative dan Cek Fakta ini, tidak jauh berbeda dengan peserta pada tahun sebelumnya yaitu terdiri dari Masyarakat umum, Mahasiswa, Akademisi dan Jurnalis.

Pada 2021 AMSI telah melakukan training of trainer (ToT) kepada 20 jurnalis dari media anggota AMSI. Pada training tersebut, AMSI mengadopsi kurikulum yang dirumuskan oleh Associate Professor di University of Hong Kong, Masato Kajimoto, serta menyesuaikan kurikulum tersebut sesuai dengan kondisi di Indonesia. Terdapat beberapa tambahan materi seperti video yang diproduksi oleh AMSI dengan bahasa Indonesia untuk mengakomodir peserta yang tidak bisa berbahasa Inggris.

Sebagai informasi Masato Kajimoto merupakan pendiri Asian Network of News and Information Educators (ANNIE) yang berbasis di Hongkong. ANNIE sendiri merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bertujuan untuk mengembangan materi pembelajaran, mendiskusikan media dan jurnalisme berbasis pertanyaan dan petunjuk yang ada.

Dalam setiap gelaran kegiatan ini nantinya ada tujuh poin materi yang diterima peserta, diantaranya Dampak Media Sosial untuk Pemahaman Publik mengenai Informasi, Siaran Pers dan Esensi Karya Jurnalistik, Mengenali Advertorial dan bentuk Native Advertising lain, Mengenali Jurnalisme yang Mengabdi untuk Publik, Meretas Algoritma Media Sosial Anda, Kebenaran, Bukti dan Batasan Jurnalisme, Mewaspadai Makna Ganda: Efek Visual/Foto dalam Berita.(*)

Penulus: Zulkifli Polimengo

(Visited 29 times, 1 visits today)

Komentar