Cegah Lakalantas, Opa 70 Tahun Sukarela Tambal Kubangan Jalan

×

Cegah Lakalantas, Opa 70 Tahun Sukarela Tambal Kubangan Jalan

Share this article
Husin Walipulu, pria berusia 70 tahun mengumpulkan pasir seorang diri untuk digunakannya menambal kubangan di jalan di Desa Lompotoo, Kecamatan Suwawa Tengah , Bonbol, Senin (10/03/2019). (Foto Caisar Ntoma/Hargo.co.id

Dari pantauan Hargo.co.id, akses tersebut berada di sisi gunung. Ramai terlihat kendaraan jenis truk yang mengangkut material lalu lalang di kawasan itu.

Opa sadam mengaku menambal kubangan jalan semata ingin menolong sesama. Ia merasa terpanggil karena sering melihat kecelakaan tunggal terjadi di jalan tersebut dan penyebabnya kebanyakan karena jalan rusak. Karena tak mau kecelakaan terus berulang, Opa Sadam bergerak mencari kubangan-kubgan jalan untuk ditambalnya dengan campuran pasir dan semen (cor).

Untuk melakukan itu tak mudah sebab setiap harinya ia harus berjibaku menyiapkan keperluan yang harus dibawa untuk dipakainya. Opa mmengaku setiap hari ia turun dari rumah  sejak pagi hari dan baru pulang petang sehingganya memungkinkan dia harus membawa bekal makanan bungkus.

“Saya turun pagi nanti mau malam baru pulang ke rumah saya di Desa Lompoto’o Suwawa Tengah, jadi bawa bekal nasi alat-alat dengan semen dan pasir,” katanya.

Jika ada tumpangan maka ia menumpang kendaraan bentor orang sebaliknya kalau tidak ada maka ia harus menyewa kendaraan. Rute yang dilalui mulai dari Suwawa Tengah dan paling terjauh menuju desa Pangi yang jaraknya masih puluhan kilometer. Supaya bisa dikerjakan berkelanjutan setiap harinya modal beli bahan semen hanya mengandalkan belas kasihan orang yang melintas.

“Saya tidak mau minta-minta jadi pengemis. cuma taru saja kardus dipinggir jalan kalau ada yang menyumbang itu berarti yang saya lakukan jadi pahalanya dia. Kalau tidak menyumbang tidak apa juga kan pahalanya jadi saya dapat juga. Karena nanti uangnya saya mau belikan semen harganya Rp 63 Ribu persak, pasir rp 35 ribu pergerobak, kan saya pake campuran 1:3 satu semen tiga pasir,” jelasnya.