Senin, 17 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Cegah Teroris Ini Komitmen FKPT

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Jumat, 17 Juni 2016 | 13:14 PM Tag: ,
  

hargo.co.id GORONTALO – Komitmen dari Forum Koordinasi Pencegahan Teroris (FKPT) untuk mencegah terorisme di Provinsi Gorontalo, patut diapresiasi.

Dengan melibatkan seluruh pihak, FKPT terus melakukan sosialisasi untuk mencegah terorisme, salah satunya dengan menggandeng pengurus atau takmirul masjid. Ini terlihat dari kegiatan, Dialog pencegahan radikal – terorisme perspektif agama pelibatan takmir masjid, dai,tokoh agama, dan tokoh pendidikan, yang dilaksanakan di aula Aula Jamiah Syar’ah Masjid Baitul Izza, Limboto,Kabupaten Gorontalo, Kamis (16/6).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh kasubdit kewaspadaan BNPT RI Dr. Hj. Andi Intang Dulung, M.Hi, dalam sambutannya dia mengungkapkan peran dai dalam pencegahan paham radikal-terorisme di Gorontalo.

“Dai dan ta’mir masjid sangat strategis dalam menghambat perkembangan paham radikalisme di Gorontalo, juga sebagai propaganda selain media massa untuk mengcounter ajaran kekerasan yang berkembang di rumah ibadah khususnya di masjid (berdasarkan hasil penelitian BNPT & The Nusa Institute)” tegasnya.

Sementara itu para pemateri, seperti Prof. Dr. Hamdan Jauhanis, P.hD guru besar UIN Alauddin Makassar memaparkan faktor-faktor penyebab timbulnya paham radikal- terorisme diantaranya kemiskinan, ketidak adilan sosial, pengangguran, generasi salah asuh, generasi muda yang tidak memiliki prospek ekonomi, jaminan keamanan yang lemah, konsiparsi global, fanatisme yang berlebihan, pemahaman agama yang sempit, lemahnya strategi dakwah kultural, budaya kekerasan yang merajalela.

Kegiatan ini juga menghadirkan pemateri, Ketua Dewan Adat Gorontalo, Karim Pateda, dan Direktur Binmas Polda Gorontalo, Nasrun Fahmi. Sementara itu ketua FKPT Kombes. Pol (purn) Drs. Abdulah Hayati (ketua FKPT Gorontalo) dalam sambutannya dikegiatan dialog pelibatan dai untuk pencegahan paham radikal-terorisme.

“Gorontalo adalah daerah yang aman, tapi kita tidak boleh terlena dengan keadaan ini. Karena terorisme bisa berkembang di mana-mana termasuk di Gorontalo,” pungkasnya. (wan/hargo)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar