Hargo.co.id GORONTALO – Memasuki musim panen Agustus-Desember, harga cengkih di Gorontalo masih cukup tinggi. Saat ini, sebagaimana informasi diperoleh Gorontalo Post, rata-rata para pengumpul atau penampung cengkih menghargai cengkih para petani di Gorontalo capai Rp 130 ribu per kilogram.
Harga yang terbilang cukup menguntungkan ini telah berlaku sejak beberapa pekan terakhir. “Harga saat ini yang tertinggi capai Rp 130 ribu, biasanya kalau terendah itu dikisaran Rp 100 ribuan per kg,” kata Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Gorontalo melalui Kepala Bidang Perkebunan Dr. H. Jismon Djakaria, M.Si saat diwawancarai Gorontalo Post, Kamis (21/7).
Jismon mengungkapkan, saat ini, Gorontalo belum mengalami panen cengkih yang begitu besar, meski hampir seluruh wilayah perkebunan cengkih (Bone Bolango, Gorontalo Utara, Boalemo dan Pohuwato) sudah ada yang mulai melakukan panen. “Panen besar biasanya Agustus-Desember, kalau saat ini, petani yang panen belum begitu banyak,” ungkapnya.
Ia memperkirakan, hasil panen pada Agustus sampai Desember nanti dikisaran 700 ton tak begitu jauh berbeda dengan hasil panen pada tahun sebelumnya. ” Biasanya pada panen raya nanti harga turun, walaupun tidak smapai di bawah Rp 100 ribu per kg,” ujar Jismon dan menambahkan, cengkih Gorontalo biasanya dikirim oleh para pengumpul atau penampung cengkih ke pulau Jawa, terutama Surabaya.(dan/hargo)
