Cerita Ni Luh Sandra, Kegigihan Seorang Ibu Demi Anak-anaknya

×

Cerita Ni Luh Sandra, Kegigihan Seorang Ibu Demi Anak-anaknya

Sebarkan artikel ini
Ni Luh Sandra Wartabone saat menjadi tamu pada Femmy Udoki Podcast. (Foto: Istimewa/Tangkapan Layar)
Ni Luh Sandra Wartabone saat menjadi tamu pada Femmy Udoki Podcast. (Foto: Istimewa/Tangkapan Layar)

Hargo.co.id, GORONTALO – Cerita Ibu Ni Luh Sandra Wartabone, adalah sosok ibu yang sangat gigih dalam mendidik kedua anaknya. Ditengah kesibukannya, Ni Luh Sandra Wartabone berhasil mewujudkan cita-cita anaknya. Daffa Adilah Wartabone, putra sulung Ibu Ni Luh Sandra Wartabone akhirnya dinyatakan lulus seleksi pendidikan militer 2019 di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.

Nama Daffa Adilah Wartabone, mungkin tidak asing lagi di dunia kemiliteran Gorontalo. Pria yang dinyatakan lulus seleksi pendidikan militer 2019 di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah tersebut merupakan salah satu utusan Korem 133/Nani Wartabone dan Provinsi Gorontalo yang lolos dalam seleksi tingkat pusat Akmil 2019.

Namun ada hal yang masih belum diketahui publik. Dibalik keberhasilan Daffa Adilah Wartabone, ada sosok seorang ibu yang berjuang mati-matian dibalik kesuksesannya. Dialah Ibu Ni Luh Sandra Wartabone. Ditengah kesibukannya sebagai seorang pegawai di salah satu bank yang ada di Gorontalo, Ni Luh Sandra Wartabone berhasil mewujudkan cita-cita anaknya.

Perjuangan Ni Luh Sandra Wartabone dalam menghantarkan Daffa Adilah Wartabone diceritakannya saat diundang sebagai Narasumber dalam Femmy Udoki Podcast yang ditayangkan melalui kanal YouTube Femmy Kristina pada 7 April 2022.

“Kami ingin dirinya bisa melanjutkan perjuangan kakeknya, Pak Nani Wartabone. Sehingga kami mengarahkan dirinya ke Dunia militer. Tapi kami juga tidak memaksakan. Dirinya baru mau terjun ke dunia militer saat dia duduk di bangku SMA,” kata Ni Luh Sandra Wartabone memulai ceritanya.

Daffa Adilah Wartabone adalah buah pernikahan Ni Luh Sandra Wartabone dengan suaminya yang merusak cucu dari Pahlawan Nasional asal Gorontalo, Nani Wartabone. Menikah dengan cucu sang pahlawan, dirinya dikaruniai dua orang anak yaitu Daffa Adilah Wartabone yang memiliki nama panggilan Adil serta adiknya yang memiliki nama panggilan Makmur.

“Alhamdulillah Adil dan Makmur dari mereka kecil sudah menjadi anak-anak yang baik dan aktif. Kami selaku Ibu dan Ayah, mereka betul-betul harus memperhatikan mereka berdua agar kami mengetahui minatnya dimana dan bakatnya seperti apa,” Kenangnya.

Kesibukannya sebagai pegawai bank membuat dirinya tidak memiliki waktu yang banyak bersama anaknya. Karena itu, setiap ada waktu luang selalu dimanfaatkan untuk menghabiskan waktu bersama kedua anaknya.

“Yang banyak menghabiskan waktu dengan mereka adalah ayahnya. Seperti urusan antar jemput anak di sekolah, terima raport di sekolah, semua itu ayahnya yang melakukan,” tutur Ni Luh Sandra Wartabone mengenang masa kecil kedua anaknya.

Dia bilang, semasa kecil, Adil termasuk anak yang sangat aktif. Menyadari hal tersebut, dirinya berkonsultasi dengan seorang psikolog anak tentang mendidik anak yang baik. Hal tersebut dilakukan semata karena rasa sayang kepada anaknya.

“Sejak kecil dengan keaktifannya, Adil kami ikutkan Les maupun Kursus seperti Bahasa Inggris dan Mengaji. Selain aktif untuk belajar, Adil pun masih mempunyai waktu untuk bermain dengan teman-temannya dan dia sangat menikmati masa kanak-kanaknya,” Paparnya.

Sejak masih muda, Luh Sandra Wartabone merupakan pengagum Nani Wartabone. Dirinya bahkan tidak menyangka akan menikah dengan salah satu Cucu pahlawan yang dikaguminya itu.

“Perjuangan pak Nani Wartabone wajib diteruskan karena mempunyai cita-cita yang luhur. Beliau ingin mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau juga menginginkan anak dan cucunya kelak yang akan mempertahankan dan memelihara NKRI. Dan ini kita fikir keturunanya pak nani harus ada yang mengikuti jejaknya beliau. Jadi anak kita dimasukan ke akademi militer,” katanya.

Meskipun diarahkan sejak kecil, tapi Ketertarikan Putra sulungnya di dunia militer baru dimulai sejak duduk di bangku SMA. Sebagai seorang siswa, Adil dikenal aktif. Dirinya pernah menjadi Anggota Paskibraka serta aktif di Pramuka Saka Wira Kartika yang langsung di bina Kodim 1304. 

“Disitulah dia mulai tertarik mau masuk Akademi Militer dan pada saat adil mengatakan tertarik, kami sebagai ibu dan ayah langsung menyambut keinginan Adil. Jadi langsung kami arahkan dan kami diberikan support,” kata Luh Sandra Wartabone.

Luh Sandra Wartabone kemudian menemui Danyon 713. Dirinya meminta petunjuk tentang bagaimana mendidik Adil untuk masuk ke Dunia militer. Melihat kesungguhan seorang Ibu itu, Danyon 713 kemudian mengundang Adil ke batalyon. Disana, Adil diberikan masukan serta bagaimana persiapan yang harus dilakukan agar bisa lulus di Akademi Militer.

Hal ini tentu tidak disia-siakan Adil. Dirinya mulai mempersiapkan fisik serta pengetahuannya. Semua dimulainya sejak kelas satu hingga kelas tiga SMA. Adil mulai rutin melatih fisiknya dengan berolahraga, mulai dari berlari hingga latihan renang.

“Alhamdulillah setelah ikut Akmil di tahun 2020. Kami mendengarkan pengumuman di malam hari. Ada 30 taruna akmil yang lulus, adil salah satunya yang lulus. Adil langsung Video Call, kami tidak bisa bertemu langsung karena saat itu pandemi covid 19 masih sangat tinggi,” Kata Ni Luh Sandra Wartabone.

Mendengar kelulusan anaknya, Ni Luh Sandra Wartabone sangat bahagia sekaligus terharu. Usahanya selama ini tidak sia sia. Kegigihannya dalam mendidik anak ditengah kesibukannya dijawab sang Pencipta dengan keberhasilan anak anaknya.

Tak hanya Adil, anak keduanya makmur juga berhasil mengukir berbagai prestasi. Makmur sering mendapatkan juara pertama dalam lomba Sempoa. Tak hanya di tingkat Daerah, Makmur juga mendapatkan juara pertama tingkat nasional. Makmur bahkan menjadi juara pertama saat mengikuti sempoa lomba di tingkat Internasional.

“Insyaallah mereka tetap jadi anak-anak yang baik, tetap jadi anak yang sholeh. Saya selalu berpesan, dimanapun adil dan makmur jangan lupa melaksanakan sholat, harus kuat iman.

Saya selalu tanamkan kepada mereka kalau jadi orang jangan cepat menyerah, jangan cepat putus asa. Kalau orang lain bisa, kamu juga pasti bisa” katanya penuh harap.

Dirinya, akan Selalu berjuang demi kedua anaknya. Tidak hanya sekarang. Tapi juga kedepannya, hingga dirinya menghadap sang Pencipta.

“Insyaallah Mereka berdua jadi anak-anak yang berguna untuk orang tua serta bangsa dan negara. Sebagai seorang ibu, hanya itu yang menjadi harapan saya,” Kata Ni Luh Sandra Wartabone dengan wajah penuh ketulusan. (***)

 

Penulis: Ardiansyah Kandoli *

*) Penulis adalah mahasiswa magang dari UNG