Chendra Makalalag,S.Pd, Anak Petani Peraih IPK Tertinggi

×

Chendra Makalalag,S.Pd, Anak Petani Peraih IPK Tertinggi

Share this article
Chendra Makalalag

Ril mengaku dirinya tak pernah menduga anak sulung dari 3 bersaudara itu bisa meraih prestasi membanggakan. Karena selama ini, diakuinya dengan keterbatasan ekonomi, tidak semua kebutuhan anaknya dapat dipenuhi selama menjalani pendidikan di IAIN Gorontalo, sejak 4 tahun silam.

Maklum, Ril hanya sebagai petani penggarap sehingga pendapatannya tidak menentu. “Ya, hanya doa dan motivasi saja selalu berikan untuk anak saya agar bisa meraih sarjana ini. Alhamdulillah Chendra bisa,” tambahnya lirih.

Chendra Makalalag yang mengaku bercita-cita menjadi dosen ini mengatakan, pada dasarnya ekonomi bukanlah hal utama untuk meraih prestasi. Tapi kemauan dan kerja keras menjadi penentu. “Harus kerja keras dan komitmen untuk belajar lebih baik,” ujar pria kelahiran 25 September 1994 itu.

“Ini saya persembahkan untuk kedua orang tua saya,” tambah Chendra yang juga bisa menghafal 3 juz Alquran.

Diakuinya, selama menjalani perkuliahan di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, dirinya tidak memaksakan kehendaknya terhadap kedua orang tuanya. “Kalau ada alhamdulillah, ya kalau tidak ada juga alhamdulillah,” ujarnya, terkait pemenuhan kebutuhan sehari-harinya.

Rektor IAIN Dr.Kasim Yahiji mengatakan, ia merasa bangga dan memberikan penghargaan terhadap keberhasilan wisudawan dan wisudawati meraih predikat IPK tertinggi predikat cumlaude.

Pihaknya terus mendorong agar kedepan alumni IAIN lebih berkualitas dan profesional sehingga ketika berada ditengah-tengah masyarakat, mampu mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya untuk kemaslahatan umat. “Kami beri apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya,” ujar Dr. Kasim.

Tentunya, apa yang ditunjukan Chendra Makalalag harus jadi contoh dan pelajaran bagi semua orang. Bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang, tapi justeru itu menjadi motivasi untuk meraih keberhasilan. Bahkan, tak sedikit orang dengan kondisi ekonomi mumpuni justeru tak bisa berbuat apa-apa, tapi sebaliknya orang dengan kondisi kekurangan ekonomi malah bisa menujukan kemampuannya.

Semua orang bisa, selama memiliki komitmen dan konsistensi dan kerja keras untuk belajar. Semoga gambaran prestasi prestisus yang ditorehkan anak seorang petani penggarap dari Kotamobagu ini, bisa memberikan inspirasi bagi kita semua untuk menatap masa depan yang lebih baik dengan segudang prestasi. (***)