Covid-19 Meningkat, Kepatuhan Warga Terhadap Protokol Kesehatan Minim 

×

Covid-19 Meningkat, Kepatuhan Warga Terhadap Protokol Kesehatan Minim 

Sebarkan artikel ini
Situasi di Pasar Bulobulondu, Bone Bolango yang mana sejumlah masih mengenakan masker guna mencegah penularan Covid-19. (Foto : Diyanti T Niyode dan Ainun Mokodompit)
Situasi di Pasar Bulobulondu, Bone Bolango yang mana sejumlah masih mengenakan masker guna mencegah penularan Covid-19. (Foto : Diyanti T Niyode dan Ainun Mokodompit)

Hargo.co.id, GORONTALO – Covid-19 di Gorontalo kembali mengalami peningkatan yang cukup drastis. Ya, berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Gorontalo, update 25 Februari 2022, pukul 13.00 Wita, sebanyak 586 warga dinyatakan positif Covid-19.

Sayangnya, peningkatan jumlah kasus aktif ini tidak diiringi dengan kepatuhan warga terhadap Protokol Kesehatan (Prokes). Terbukti, dari pantauan awak media di sejumlah ruang publik, banyak warga yang tak mengindahkan Protokol Kesehatan.

Seperti di pasar Bulobulondu, Kabupaten Bone Bolango. Pedagang dan pengunjung pasar tradisional tersebut banyak yang tidak mengenakan masker. Tidak hanya itu, di sejumlah lapak pedagang warga terlihat berkerumun.

Berbagai alasan pun dilontarkan mereka ketika diwawancarai awak media. Lelaki yang mengaku bernama Pian misalnya. Menurutnya, masker miliknya sudah tak layak, sehingga dirinya enggan untuk memakai masker.

“Bukan tidak menggunakan. Saya menggunakan, tetap masker sudah basah, tidak bagus kan di lihat lagi untuk jualan. Saya punya stok masker, kalau jalan-jalan pakai masker, tapi kalau lagi jualan begini saya tidak pake,” aku Pian yang menjajakan rempah-rempah di pasar tersebut, Sabtu (2602/2022).  

Berbeda dengan Pian, Alfian Loiyo yang juga berprofesi sebagai pedagang beralasan jika masker hanya dapat menghalangi komunikasi antara dirinya dengan pembeli. 

“Jika menggunakan masker akan membuat para pembeli tidak bisa mendengar apa yang saya sampaikan. Kita kan tahu bersama, pasar adalah tempat yang ramai, banyak suara dari pedagang yang mempromosikan produk masing-masing,” ucap Alfian. 

Kurangnya kesadaran warga terhadap Protokol Kesehatan juga terpantau di Pasar Sabtu, Kota Gorontalo, Sabtu (26/2/2022). Ya, tidak sedikit pedagang maupun pembeli yang tidak mematuhi protokol kesehatan di pasar yang terletak di Kecamatan Sipatana itu. Mulai dari tidak mengenakan masker, tidak menjaga jarak, dan lain sebagainya.

Minimnya kesadaran warga terhadap protokol kesehatan karena kurangnya pengawasan yang dilakukan pemerintah daerah setempat. Akan tetapi, kita tak boleh menyalahkan pemerintah semata. Sebab, anjuran untuk mematuhi protokol kesehatan adalah untuk kepentingan diri kita sendiri.    

“Padahal kan ini (Prokes) untuk diri sendiri. Ada yang menggunakan masker tapi hanya digantung dileher saja, itu buat apa,” tandas Harmun Djafar, pengunjung pasar Bulobulondu.

Senada dengan Harmun, Putri Lawadjo yang ditemui usai berbelanja di pasar Sabtu mengemukakan bahwa dirinya mematuhi protokol kesehatan, karena ingin menjaga tubuhnya dari paparan Covid-19. 

“Saya mematuhi protokol kesehatan yang dibuat oleh pemerintah, demi kesehatan dan keselamatan bersama, toh ini juga untuk mengurangi penyebaran virus Corona apalagi sekarang lagi beredarnya virus baru yang sedang melanda negara kita termasuk Gorontalo,jadi mau tidak mau kita harus mematuhi protokol kesehatan yang dibuat oleh pemerintah,” kata putri.(***)

 

Penulis: Diyanti T Niyode / Ainun Mokodompit *

*) Penulis adalah mahasiswa magang dari UNG