Jumat, 20 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Dalam Sel Tahanan, Pelaku Ketakutan Sering Dihantui Arwah Salsa

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Metropolis , pada Kamis, 22 Februari 2018 | 11:22 Tag: , ,
  

Hargo.co.id– Kasus penikaman yang terjadi di Desa Motolohu, Kecamatan Randangan, yang dilakukan oleh PL (27) alias Suntun terhadap Salsabila (17) yang mengakibatkannya meninggal dunia, rupanya masih menyisahkan ketakutan, terutama pada tersangka Suntun yang kerap dihantui arwah korbannya saat berada dalam tahanan.

Polsek Randangan pun melakukan doa Yasinan di Tempat kejadian Perkara (TKP), tepatnya di sebuah tempat hiburan Husain Ali alias Tole.Selepas sholat Magrib, tepat di sebuah tempat hiburan milik Husain Ali alias Tole nampak tidak seperti biasanya. Perlengkapan hiburan untuk para pengunjung tidak dipersiapkan. Padahal sudah mulai masuk malam hari waktu dimana aktivitas hiburan menghiasi tempat yang berada sekitar 200 meter dari jalan Trans Sulawesi, Randangan ini.

Sebaliknya, karpet berserta sajadah digelar di lantai ruang depan tempat hiburan tersebut oleh para pekerja dan pelayan tempat hiburan dengan dibantu oleh kepolisian dari Polsek Randangan. Tak lama berselang Kapolres Pohuwato, AKBP Dafcoriza,SIK,Msc, bersama para sejumlah rombongan mualim yang merupakan Jamaah Tabligh datang dan langsung duduk berjejeran di karpet dan sajadah yang telah disediakan. Dipimpin Kapolres, mereka langsung menggelar doa Yasinan bersama dengan pemilik tempat hiburan, juga masyarakat sekitar.

Tempat hiburan tersebut rupanya merupakan TKP pembunuhan Salsabila alias Salsa beberapa waktu yang lalu. Menurut informasi yang beredar, konon arwah dari Salsa kerap mengganggu Suntun yang saat ini tengah menjalani masa tahanan di Polsek Randangan. Setiap malam hari, dirinya sering dibayang-bayangi rasa takut karena merasakan kehadiran wanita yang telah dibunuhnya itu di dalam sel tahanan. “Berdasarkan pengakuannya, setiap malam memang dia merasa ada gangguan yang diduga merupakan arwah dari korban yang dibunuhnya tersebut,” ujar Kapolsek Randangan, Ipda Lingga Ramadhani.

Adapun pelaksanaan Yasinan ini tidak lain bertujuan untuk mendoakan arwah Salsa agar tenang. “Kami mengajak seluruh masyarakat setempat, pemilik tempat hiburan, serta juga menghadirkan para Jamaah Tabligh untuk mendoakan agar arwah korban tersebut bisa diterima di sisi Allah SWT. Dan lebih mengajak kepada masyarakat untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan agar terhindar dari segala hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Lebih lanjut dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya pemilik tempat-tempat hiburan yang ada di Kecamatan Randangan agar menghindari mengkonsumsi minuman keras. “Atas instruksi Kapolres, kami pun akan sesegera mungkin menindaklanjuti tempat-tempat yang masih menjual minuman keras secara tegas. Dimana satu persatu jika masih ditemukan akan segera kami tutup demi untuk keamanan ketertiban kita semua, karena segala macam tindak kriminal sebagian besar itu bersumber dari miras,” tegasnya.(tr-55/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar