Hargo.co.id, GORONTALO – Wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bone Bolango (Bonbol) kian mengkhawatirkan. Bahkan, pernyataan Bupati Bone Bolango Hamim Pou jika daerah yang ia pimpin masuk dalam kejadian luar biasa (KLB) DBD benar-benar terbukti.
Ini menyusul penyakit mematikan tersebut merenggut nyawa ponakannya yakni Almarhumah Nurul Tiara Annisa Pou (Rara). Kematian sulung dari tiga bersaudara pasangan Alm. Helmi T Pou dan Jaya itu begitu cepat.
Alamrhumah Rara meninggal dunia Kamis (28/2/19) setelah sehari dirawat intensif di Rumah Sakit Aloe Saboe (RSAS) Kota Gorontalo. Bahkan, Hamim Pou pun mengaku nyaris tidak sempat menyaksikan ponakannya itu saat menghembuskan nafas yang terakhir.
“Kemarin pagi atau Rabu (27/2/19) Rara dibawa ke rumah sakit dan diperiksa dia DBD. Prosesnya sangat cepat, kami begitu sampai di rumah sakit mungkin dia menunggu omnya, dua jam kemudian Rara berpulang ke Rahmatulloh,”ujar Hamim Pou.
Lebih lanjut Hamim menceritakan bahwa Rara sejak masih bayi sudah bersamanya dari Manado. Namun, baru 2 tahun yang silam, ayahnya Almarhum Helmi T. Pou pada 6 Januari 2017 berpulang.
“Hari ini 28 Februari 2019 putri pertamanya menyusul Nurul Tiara Annisa Pou (Rara),”kata Hamim Pou. Atas nama keluarga Alm. Helmi T Pou dan Jaya (ibunya Rara), dan juga kakak-kakaknya, juga adik-adiknya si kembar Aisah Salsabila Pou dan Fatima Azahra Pou (Dava-Diva). Hamim Pou menyampaikan permohonan maaf pada semua pihak juga dari ayah dan ibu mertuanya.
“Tolong dimaafkan kesalahan-kesalahan Almarhumah yang masih sangat muda 24 tahun. Saya atas nama keluarga memohon kiranya memaafkan Almarhumah baik kesalahannya yang disengaja maupun tidak disengaja,”pinta Hamim Pou.
Hamim Pou juga tak lupa berterima kasih kepada seluruh pihak, keluarga, tetangga, kerabat, sahabatnya, institusi RSUD Toto Kabila dan RSUD Aleo Saboe, Kadis Kesehatan Bonebol dr. Meyrin Kadir, Direktur RSUD Toto Kabila dan semua yang telah berusaha turut membantu mengobati menyembuhkan Rara.
“Juga para medis kami menyampaikan terima kasih,” tandas Hamim Pou. Almarhumah Rara dikebumikan di pekuburan keluarga di Tapa, Kabupaten Bone Bolango berdekatan dengan makam ayahnya Alm Helmi T Pou.
Seperti diketahui, data Dinas Kesehatan Bonbol tercatat dalam kurun waktu Januari 2019 (Belum terhitung Februari), dari 20 Puskesmas yang ada di Bonbol, tertinggi DBD berada di Puskesmas Kecamatan Kabila, kedua tertinggi berada di Puskesmas Tilongkabila dengan 6 kasus.
Pada bulan sebelumnya di Kecamatan Kabila hanya ada tiga kasus DBD. Penyebaran virus DBD nyaris merata diseluruh wilayan Bone Bolango, kecuali wilayah Pinogu, Bulawa, Dumbaya Bulan dan Bulango Timur yang tidak terdapat DBD.
Di beberapa kecamatan yang awalnya bersih DBD, pada januari tahun ini terdapat kasus DBD baru, bahkan di Kecamatan Botupingge yang awalnya tidak ada kasus DBD, kali ini terdapat enam warga yang terpapar DBD. Total jumlah penderita DBD Mencapai 53 kasus, padahal pada bulan sebelumnya hanya ada 7-8 kasus. Melihat kondisi itu Bupati Hamim Pou bulan lalu menyatakan Bonebol sudah KLB DBD.
“Saya minta janganlah harus menunggu KLB. Saat ini di daerah lain sudah ada korbannya hingga puluhan orang. Hingga saya katakan Bonebol KLB DBD karena jumlah kasusnya cukup banyak sebulan terakhir ini,”kata Haim Pou waktu itu kepada wartawan.
Sebelumnya Humas RS Toto Kabila Iskandar ketika dikonfirmasi mengatakan, secara umum untuk penanganan kasus DBD di semua Fasilitas Kesehatan (Faskes) dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Salah satunya dengan memberikan cairan, sebab pasien ada beberapa yang mengalami pendarahan maupun kehilangan cairan akibat dari penyakit DBD. Untuk transfusi darah jelas Iskandar dilakukan apabila pasien itu ditemukan trombositnya turun drastis dan sudah dalam tahap yang kritis atau ada pasien dengan keluhan yang mengalami pendarahan sebelumnya. (gp/hg)
