Fuad adalah salah satu yang beruntung dari puluhan pembeli tiket yang harus pingsan kehabisan oksigen akibat berdesak-desakan dalam antrian.
Bahkan, ada ratusan pembeli yang harus terinjak-injak oleh kaki peserta lain yang sama-sama berusaha untuk masuk dalam lokasi terletaknya loket penjualan tiket.
Sebagai catatan, penjualan tiket ofline di markas militer yang mulai dibuka sejak Pukul 08.00 Wib itu, memang sudah dipadati oleh para pembeli sejak malam hari sebelumnya.
Awalnya, proses penjualan tiket yang dikawal oleh puluhan prajurit TNI itu berjalan tertib dengan tersedianya enam loket di halaman Markas Komando Garnisum, yang kebetulan bersebalahan dengan Makostrad.
Dengan sistem buka tutup, setiap loket melayani sepuluh pembeli yang sebelumnya sudah diberikan nomor antrian.
Sayang, kondisi yang tertib itu hanya bertahan selama 30 menit. Tapi, setelah itu, semua berubah menjadi tak terkendali setelah para pembeli di bagian belakang mencoba merangsek maju ke barisan depan.
Walhasil, mereka yang berada di barisan paling depan harus terjepit di antara tembok pembatas dan sepatu lars para petugas keamanan.
“Sepertinya panitia belum siap untuk melaukan penjualan ofline. Tidak adaya pagar pembatas antara pembeli membuat semuanya menjadi kacau,” keluh Gatra Destranta, salah satu suporter yang selama satu jam harus berada dalam lautan manusia.
Meski begitu, ada juga sebagian pesar pembeli tiket yang mendapat berkah dengan adanya penjualan tiket di markas militer itu.
Terutama para pembeli perempuan dan para lanjut usia. Para aparat memang tidak mengenal sistem urut kacang dengan tetap mendahulukan para wanita dan lansia itu meski datang belakangan.
Atika, seorang siswi berusia 17 asal Bogor adalah salah satu yang mendapat akses istimewa itu. Meski berada dalam antrian paling belakang, Atika yang menggunakan seragam sekolah itu langsung diberikan akses cepat menuju loket pembelian.
“Saya memang sudah tahu kalau siswa berseragam memang akan diperlakukan khusus. Jadi, saya sengaja datang dengan seragam sekolah,” papar dia.Â
