Selasa, 5 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Demi Dapatkan Tiket Final, Suporter Indonesia Rela Gadaikan Barang Berharga

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Sportivo , pada Rabu, 14 Desember 2016 | 12:15 Tag: , , ,
  

JAKARTA, hargo.co.id – Mata Catur Wahyu Setiawan mulai terlihat berkaca – kaca.

Hidungnya juga mulai terlihat memerah memendam kesedihan. Kedua tangan pemuda berusia 21 tahun itu juga menggengam erat jeruji besi gerbang markas Komando Strategi Cadangan Angakatan Darat (Makostrad), di Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (13/12).

Itu adalah bentuk ekspresi kekecewaan Catur setelah mendengar pengumuman dari pengeras suara bila total 10 ribu tiket pertandingan final Piala AFF antara Indonesia dan Thailand di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, malam nanti, sudah habis terjual.

“Saya hampir pingsan setelah mendengar pengumuman itu,” kata Wahyu.

Menurutnya, dengan modal Rp 500 ribu, dia bersama satu orang temannya, Fahmi Amiruddin bertolak dari Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Senin (12/12) malam.

Itu setelah usaha mereka untuk mendapatkan tiket lewat online berujung gagal. Mereka  memutuskan untuk langsung ke Jakarta untuk bisa mendapatkan tiket secara ofline.

Tapi, apa daya, kegagalan sudah di depan mata, impian besar untuk menyaksikan pertandingan  Boaz Solossa dan kawan-kawan pun menguap sudah. Meski begitu, Wahyu dan Fahmi mengatakan bahwa mereka tidak akan segera kembali ke Purbalingga.

“Kami akan tetap ke Pakansari. Karena panitia berjanji akan memfasilitasi layar besar untuk nonton bareng di sana,” bilangnya.

Memang, antusias mayarakat Indonesia yang sangat besar untuk menyaksikan langsung pertandingan final tersebut membuat banyak drama semacam kisah Wahyu di atas terjadi.

Achmad Fuad (55) adalah salah satu yang memiliki cerita yang tidak kalah ngenes, karena harus menjalani perjalanan darat selama 18 jam dari Palembang, Sumatera Selatan.

Agar bisa sampai di Jakarta, Fuad mengaku bahwa dia bersama rekan-rekannya harus melepaskan sejumlah barang berharga mereka. Ada yang menggadaikan cicin pernikahan, ada juga yang meminjam uang di tetangga.

“Sementara saya gadaikan sepeda motor dengan harga satu juta. Ini semua hanya untuk bisa mendukung timnas dari atas tribun,” harapnya.

  Belum cukup di situ, dia bersama 12 rekannya harus rela enggan makan dan minum sejak semalam penuh agar antrian tiket mereka tidak bermasalah.

“Karena kami takut, saat sudah berada dalam antrian dan perut terasa mules. Bisa-bisa jatah kami dalam antrian bisa bubar,” jelas ayah satu anak itu. “Tapi, alhamdulillah, saya bisa dapat tiga tiket,” ucapnya.

(Visited 2 times, 1 visits today)

Laman: 1 2 3


Komentar