Hargo.co.id- Warga Desa Iluta, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo digegerkan dengan ditemukannya jasad KA alias Pakiki (62) yang tewas tergelantung di plafon rumahnya di Iluta, Ahad, (11/3), sekitar pukul 14.00 Wita. Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai nelayan itu diduga nekat mengakhiri hidupnya karena depresi.
Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, sebelum insiden mengerikan itu terjadi, KA sedang menghadapi masalah berat. Dia tersangkut kasus hukum dan telah dilaporkan ke Polres Gorontalo. Diduga persolaan ini membuatnya depresi berat. Apalagi, KA hanya seorang diri tinggal di rumahnya.
Sehari sebelumnya, sempat minum kopi bersama di rumah saudara kandungnya, yakni Fatmah Abu yang juga tinggal di Iluta. Dari pertemuan itu, KA langsung pulang ke rumah dan seharian penuh tidak terlihat aktivitasnya di luar rumah.
Hingga kemudian, tetangga KA, Hapsa Hasan (57) berkunjung ke rumah KA. Niat Hapsa ingin mengajak KA makan siang. Namun, betapa kagetnya Hapsa ketika masuk ke dalam rumah KA, didapatinya KA sudah dalam posisi tergantung dengan tali nilon yang diikatkan ke plafon.
Panik dengan situasi yang dilihatnya itu, Hapsa pun langsung berlari keluar sambil berteriak memberitahu tetangga dan sanak keluarga korban.Sementara itu, beberapa saat setelah informasi kasus tersebut beredar, petugas reskrim dari Polsek Batudaa tiba di TKP. Petugas langsung mengevakuasi jenazah korban untuk dilakukan visum.
Kasat Reskrim Polres Gorontalo AKP Rhemmy Beladonna menyatakan, dari hasil visum yang diterima pihaknya dari petugas medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Luka hanya terdapat di bagian leher akibat bekas ikatan. “Kita sudah mintakan pula agar jenazah korban dilakukan otopsi.
Namun keluarga menolak. Jadi jenazahnya kita kembalikan kepada keluarga untuk dikebumikan. Namun demikian kasusnya tetap akan kita selidiki,” tuturnya. Rhemy menyampaikan pula, sebelum ini, korban KA memang terlibat kasus hukum. Dia dilaporkan atas dugaan kasus asusila.(tr-58/hg)
