Di Gorontalo ada 30 Bayi Lahir Ditahun Kabisat 

×

Di Gorontalo ada 30 Bayi Lahir Ditahun Kabisat 

Share this article
TAHUN KABISAT - Telah lahir empat balita, dari empat bayi tersebut 3 diantarahnya di lahirkan secara normal Alamiyah dan 1 balita lainya di lahirkan dengan cara di lakukan Operasi Cesar, sementara hingga saat ini seluruh bayi masih mendapatkan perawatan Di RS Bunda Kota Gorontalo. Senin (29/2). (Foto Natha/Gorontalo Post)

Maka untuk mengkompensasi hal ini, setiap 4 tahun sekali (tahun yang bisa dibagi 4), diberi 1 hari ekstra: 29 Februari.

Bagi sebagian kalangan, tahun kabisat merupakan sebuah fenomena. Bahkan sebuah kelahiran yang terjadi pada tangga 29 februari dinilai memberikan sebuah berkah tersendiri bagi sang bayi. Hal ini pula juga yang tergambar dari sejumlah ibu baru yang melahirkan anaknya, kemarin.

Misalnya di RS Bunda, di ruangan bersalin yang berukuran sekitar 12×8 meter itu, empat bayi yang terdiri dari 3 bayi perempuan dan 1 bayi laki-laki ini dilahirkan dalam waktu yang tidak bersamaan, 2 bayi dilahirkan pagi hari, 1 dilahirkan pada siang hari, sementara 1 bayi lagi dilahirkan pada sore hari.

Dua bayi perempuan dan 1 bayi laki-laki dilahirkan dengan cara operasi cesar, sementara 1 bayi perempuan lainnya yang dilahirkan pada sore hari, dilahirkan dengan cara persalinan normal.

“Kelahiran keempat bayi tersebut bukan terjadi karena unsur paksaan. Tapi karena hari ini (kemarin,red) adalah waktu yang tepat bagi kelahiran,” kata Aprilia Mariyawati, Bidan RS BUnda, Kota Gorontalo.

Di RS Aloe Saboe, ada tiga bayi yang lahir, dua perempuan dan satu laki-laki. Begitu pun di RS bersalin Siti Khadijah Kota Gorontalo, ada lima bayi yang lahir, yakni 4 perempuan dan satunya laki-laki.

Pada RS MM Dunda Limboto, terdapat enam bayi yang lahir. Tiga dilahirkan secara normal, dan tiga lainya melalui bedah cesar. Sementara itu, di Marisa terdapat lima bayi yang lahir tepat di tanggal 29 Februari.