Selasa, 26 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Di Gorontalo, Sarjana Lebih Banyak Jadi Pengangguran

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 5 Mei 2016 | 14:36 PM Tag: ,
  

Hargo.co.id GORONTALO – Ditengah perekonomian nasional yang kian membaik, ternyata turut berpengaruh pada pertumbuhan angkatan kerja di Provinsi Gorontalo. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat, jumlah angkatan kerja Gorontalo pada Februari 2016 mencapai 563.402 orang atau 68,60 persen.

Angka tersebut bertambah jika dibandingkan pada semester sebelumnya sebanyak 45.614 orang dari data bulan Agustus 2015 yang mencapai 517.788 orang atau 63,65 persen. Sebaliknya, jumlah penganggur menurut catatan BPS Provinsi Gorontalo pun menurun pada Februari 2016.

Tercatat, jumlah penganggur Gorontalo mencapai 21.853 orang atau sudah berkurang 2.248 orang dari keadaan Agustus 2015 lalu yang sebesar 24.101 orang.

Kepala BPS Provinsi Gorontalo Eko Marsoro pada jumpa pers di kantornya mengatakan, meski saat ini angkatan kerja telah meningkat, namun masih banyak diantaranya dari kalangan lulusan sekolah dasar (SD),

“Kenapa mereka cukup banyak, karena mereka tidak memilih-milih pekerjaan. Mereka punya skil, mereka bisa bekerja apa saja dan paling banyak bekerja di sektor pertanian. Di Gorontalo kan lahan pertanian kan luas ? Olehnya, mereka tidak masuk dalam kategori orang menganggur,” ungkap Eko.

Sebaliknya pula, untuk kategori penganggur Gorontalo, Eko Marsoro tidak membantah mereka banyak diantaranya dari kalangan sarjana. Mereka, tambah Eko, masih mencari lowongan pekerjaan,

“Mereka (penganggur sarjana) tidak seperti yang lulusan SD. Mereka masih pilih-pilih kerja. Mereka tidak memiliki pekerjaan alternatif sehingga tetap menganggur,” katanya.(alx/tr-51/hargo)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar