Senin, 6 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Di Randangan Elpiji 3kg Rp 30 Ribu, Pemda Panggil Agen

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Selasa, 31 Mei 2016 | 13:22 PM Tag: , ,
  

Hargo.co.id GORONTALO – Ramadan segera tiba. Namun elpiji khususnya 3 kilogram (Kg) sejumlah wilayah di Kabupaten Pohuwato justru kian langka. Di tengah-tengah sulitnya mendapatkan elpiji, malah dimanfaatkan oleh oknum-oknum warga untuk mendapatkan keuntungan. Sebut saja di Kecamatan Randangan, harga elpiji mencapai Rp 30 Ribu.

Penyebabnya, mata rantai penjualan elpiji rupanya cukup panjang. Informasi yang berhasil dirangkum Gorontalo Post, perputaran penjualan elpiji terjadi di lingkungan masyarakat itu sendiri.

Misalnya, ada warga yang sudah lebih dulu membeli elpiji sebagai tangan kedua dari pangkalan resmi dengan harga Rp 20 Ribu. Kemudian, dijual lagi dengan harga Rp 25 Ribu kepada tangan ke tiga.

Biasanya, tidak langsung digunakan. Mereka malah menjual lagi kepada yang lebih membutuhkan menjadi Rp 30 Ribu.  Fani warga Banuroja menyampaikan, pihaknya sangat kesulitan untuk membeli elpiji.

Namun yang terjadi adalah ada elpiji tetapi harga jualnya Rp 30 ribu. “Ini so dekat-dekat bulan puasa, elpiji stenga mati mo dapa. Ada mar Rp 30 Ribu. Tantu so apa yang mo terjadi ini,” kata Fani. Dia berharap, pemerintah jangan diam saja dan harus turun lapangan untuk memutus mata rantai penjualan elpiji.

Kabid Perdagangan, Diskoperindag dan Invesda Pohuwato, Ibrahim Kiraman, menyatakan, apabila ditemukan hal tersebut terjadi, maka pihak pangkalan yang bakal mendapatkan sanksi.

Oleh karena itu, diharapkan pula kerjasama yang baik dari pihak pangkalan untuk tidak hanya sekedar menjual, akan tetapi turut bersama-sama menjaga hal-hal yang tak diinginkan terjadi.

“Kami akan lebih meningkatkan pengawasan lagi di lapangan. Apa yang menjadi aspirasi dan informasi dari masyarakat ini, bakal kami tindaklanjuti lagi di lapangan. Kami pun mohon kerjasama yang baik dari rakyat,” terangnya. 

(Visited 1 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar