Hal itu diamini Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara, Dwi Suryanto. Malahan, dari estimasinya, perputaran uang bisa lebih dari Rp 45 miliar. “Tahun lalu saja, saat pengunjungnya 60 ribu perputaran uangnya hampir menembus Rp 45 miliar. Sekarang lebih dahsyat lagi. Saya kira bisa lebih Rp 45 miliar, bahkan dua kalinya,†ungkapnya lebih optimis.
Menpar Arief Yahya selalu menyebut setiap event berskala internasional itu memiliki dua impact yang positif buat pariwisata nasional. Dia namanya direct impact, atau pengaruh langsung atas event itu, seperti wisman dan wisnus yang langsung membelanjakan uangnya di lokasi. “Ada yang indirect impact, yang biasanya berupa potential repeaters, dan media value. Akan ada banyak media di seluruh dunia yang meliput dan melaporkan sukses itu, dan menjadikan promosi yang kuat. Media value ini bisa dihitung angkanya, dan biasanya nilainya lebih besar,†kata Arief Yahya.
Event seperti Festival, Sport Event, Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions itu adalah bagian dari Man Made. Atraksi yang sengaja dibuat agar orang datang dan berwisata. “Kontribusi Man Made itu adalah 5%, sisanya nature atau alam 35% dan culture atau budaya 60%. Meskipun 5% tapi itu penting karena ada actions yang kelihatan dan nyata,†kata Menpar yang asli Banyuwangi itu.(Hg)
