Direstui Fadel Maju Pilgub, Hana Diusung PDIP-PPP

×

Direstui Fadel Maju Pilgub, Hana Diusung PDIP-PPP

Share this article
Pengurus PPP dan PDIP menemui Fadel Muhammad di kediaman pribadinya di Jakarta, Rabu (15/6) membahas pencalonan Hana Hasanah di Pilgub Gorontalo 2017. Dari kiri ke kanan, Sekretaris DPD PDIP Gorontalo, La Ode Haimudin, Ketua DPW PPP Gorontalo, Muhalim Litty, Pengurus DPP PDIP, Mochtar Mohammad, Fadel Muhammad, Hana Hasanah, Kader Demokrat, Yosef Tahir Maruf dan Sekretaris DPW PPP Gorontalo, Awaludin Pauweni. (Istimewa)

 

Hargo.co.id GORONTALO – Pertarungan dua tokoh Golkar Gorontalo Rusli Habibie dan Fadel Muhammad sepertinya bakal meruncing di Pilgub 2017 mendatang. Ini seiring keputusan Fadel Muhammad merestui istrinya Hana Hasanah untuk maju sebagai Calon Gubernur (Cagub) diusung koalisi PDIP-PPP.

Fadel mengutarakan dukungannya terhadap pencalonan Hana Hasanah saat menerima pengurus PDIP dan PPP Gorontalo di kediaman pribadinya di Jakarta, Rabu (15/6). “Dalam pertemuan itu, pak Fadel menyatakan memberikan restu terhadap istrinya (Hana Hasanah) untuk ikut Pilgub kalau memang diinginkan rakyat Gorontalo,” aku Sekretaris DPD PDIP Gorontalo, La Ode Haimudin, kepada Gorontalo Post tadi malam (16/6).

Bahkan menurut La Ode, dalam kesempatan tersebut, Fadel Muhammad menegaskan kalau akan bertarung di Pilgub jangan setengah-setengah. Oleh karena itu, bila koalisi PDIP-PPP memberikan rekomendasi terhadap Hana Hasanah, dia siap untuk untuk memberikan dukungan maksimal. “Kalau akhirnya Ibu Hana mendapatkan rekomendasi beliau (Fadel Muhammad) tentu akan memberikan support,” sambung La Ode Haimudin.

Kunjungan pengurus PDIP dan PPP untuk menemui Fadel Muhammad menurut La Ode karena Hana Hasanah termasuk salah satu figur yang telah ikut dalam penjaringan calon PDIP. Meski sudah ikut penjaringan, Hana Hasanah selalu menyampaikan kepada pengurus partai bahwa keputusan akhir soal pencalonannya di Pilgub tergantung restu Fadel Muhammad.

“Tapi setelah mendengarkan penjelasan langsung dari pak Fadel, maka tentu sudah tidak ada lagi keraguan bagi kami (koalisi PDIP-PPP) untuk terus memproses Hana Hasanah dalam penjaringan calon,” jelasnya. Soal status Fadel Muhammad sebagai pengurus partai Golkar, La Ode meyakini, situasi itu tidak akan menjadi ganjalan bagi Hana Hasanah untuk maju lewat koalisi PDIP-PPP.

Sebab perbedaan pilihan adalah hal yang lumrah dalam demokrasi. “Itu biasa. Kalau itu jadi ganjalan justru akan mengekang hak demokrasi,” sambungnya. Dengan mersetui Hana Hasanah ikut Pilgub lewat partai lain, La Ode meyakini, Fadel Muhammad maupun Hana Hasanah pasti sudah mengetahui risiko yang akan dihadapi.

“Konsekuensi untuk mundur dari DPD-RI pasti sudah dihitung oleh Hana Hasanah kalau ingin maju di Pilgub,” pungkas La Ode Haimudin. Pertemuan Fadel Muhammad dan Hana Hasanah dengan koalisi PDIP-PPP, menariknya turut dihadiri oleh kader Partai Demokrat, Yosef Tahir Maruf.

Apakah ini menjadi sinyal Demokrat akan merapat ke koalisi PDIP-PPP? La Ode Haimudin saat ditanyai sayangnya enggan memberikan komentar.
Di sisi lain, langkah Fadel Muhammad merestui Hana Hasanah diusung koalisi PDIP-PPP bakal membuat pertarungan Pilgub kian merucing. Pasalnya, pada Pilgub mendatang pasangan Rusli Habibie-Idris Rahim (NKRI) memastikan akan kembali maju.

Sehingga kondisi itu akan membuat tensi politik antara Fadel Muhammad dan Rusli Habibie semakin meningkat.  Dan hal itu sebagamana tercermin pada Musda Golkar beberapa waktu lalu. Menjelang Musda, Fadel dan Rusli sempat terlibat perang syaraf terbuka. Bahkan nyaris adu jotos di arena Musda yang dilangsungkan di Grand Palace, Kota Gorontalo.(rmb/hargo)