Selasa, 27 September 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Disambar Petir, Pesepak Bola Meninggal Dunia di Lapangan

Oleh Admin Hargo , dalam Kabar Nusantara Metropolis , pada Sabtu, 13 Agustus 2022 | 23:05 Tag: , , , ,
  Personel Polsek Cisaat dan Polres Sukabumi Kota saat melakukan olah TKP kasus kematian seorang pesepak bola di Lapang Korpri, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jabar, Sabtu (13/8). Foto ANTARA

Hargo.co.id, SUKABUMI – Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Begitulah manusia menjalani kehidupan ini. Tiada kuasa ketika maut benar-benar datang menjemput.

Seperti yang dialami seorang pesepak bola meninggal di Lapangan Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jabar, Sabtu (13/8).

Di lapangan itu, Edi Kurniawan (45) warga Kampung Cangkorah, RT 008/004, Desa Cikaret, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi meninggal dunia setelah tersambar petir.

Saat itu, almarhum menjalani laga persahabatan antara Pepermi FC dan YGS FC di Lapangan Korpri.

“Korban meninggal dunia diketahui bernama Edi Kurniawan,” kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP S.Y. Zainal Abidin di Sukabumi, Sabtu (13/8).

Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, kejadian tersebut berawal saat laga persahabatan Pepermi FC versus YGS FC di Lapang Korpri Cisaat. Saat pertandingan baru memasuki menit ke-15, tiba-tiba petir menyambar beberapa kali.

Wasit yang melihat kondisi cuaca kurang bersahabat meminta pertandingan dihentikan sementara.

Namun, tiba-tiba petir menyambar kembali. Seluruh pemain, penonton, dan panitia terkejut melihat salah satu pemain Pepermi FC bernomor punggung 13 atas nama Edi Kurniawan tergelak di tengah lapang.

Petugas kesehatan pun langsung menuju tengah lapangan untuk memberikan pertolongan pertama. Akan tetapi, korban sama sekali tidak merespons, kemudian mereka bawa ke RS Betha Medika Cisaat untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, sayangnya nyawa pria yang berprofesi sebagai wiraswasta ini tidak tertolong.

Setelah visum et repertum, terdapat sejumlah luka bakar di beberapa bagian tubuhnya akibat sambaran petir. Setelah menjalani pemeriksaan, jenazah pesebak bola ini pun diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan.

Sebelum terjadi musibah ini, kata Zainal, pihak pengelola stadion dan wasit meminta untuk menunda pertandingan karena hujan, apalagi beberapa kali bunyi petir.

Akan tetapi, sebelum wasit meniup peluit tanda penundaan pertandingan, petir menyambar lagi, kemudian mengenai salah seorang pemain sepak bola yang berada di tengah lapangan.

“Kami sudah memintai keterangan dari sejumlah saksi terkait dengan kejadian itu. Kasus kematian salah seorang pesepak bola tersebut murni akibat musibah atau tersambar petir,” ujarnya. (JPNN.com)

 

 

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com, dengan judul: “Innalillahi, Pesepak Bola Meninggal Dunia di Lapangan Seusai Disambar Petir“. Pada edisi Sabtu, 13 Agustus 2022.
(Visited 171 times, 1 visits today)

Komentar