Hargo.co.id, GORONTALO – Gorontalo nampaknya menjadi sasaran para pengedar Narkoba di Sulawesi Tengah (Sulteng). Buktinya, petugas gabungan dari Polda Gorontalo, TNI Angkatan Laut dan petugas pelabuhan berhasil mengamankan kiriman yang dititip melalui Anak Buah Kapal (ABK) KMP Tuna Tomini.
Informasi yang berhasil dihimpun, awalnya anggota mendapatkan informasi bahwa ada seorang lelaki atas nama U alias Ten, warga Kelurahan Limba U 1, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, yang rencananya akan menjemput barang yang diduga Narkoba di Pelabuhan Gorontalo.
Anggota langsung mengamankan Ten. Setelah itu, dari keterangan Ten, didapatkan informasi bahwa Narkoba jenis sabu dititipkan kepada ABK Kapal Tuna Tomini.
Berdasarkan informasi itu, sekitar pukul 05.10 Wita, di Pelabuhan Ferry Kota Gorontalo, penumpang dibiarkan turun semua ketika kapal bersandar.
Anggota gabungan yang terdiri dari petugas pelabuhan, anggota TNI AL dan anggota Buser Polda Gorontalo, langsung bergegas melakukan pemeriksaan barang di ruang ABK yang diduga membawa barang titipan tersebut.
Narkoba jenis sabu tersebut didapatkan di dalam casing handphone (HP) yang dikemas dalam bentuk kotak yang diberi lakban warna coklat. Barang itu pun kemudian dititipkan ke ABK atas nama Eli.
Setelah diamankan, barang tersebut kemudian langsung dibawa ke Polda Gorontalo untuk diperiksa lebih lanjut. Ten dan Eli langsung diamankan di Polda Gorontalo guna diperiksa lebih lanjut. (Baca lebih lengkapnya di Gorontalo Post edisi 28 Juli 2018)
Kapolda Gorontalo, Brigjen Pol. Rachmad Fudail melalui Kabid Humas AKBP Wahyu Tri Cahyono,SIK menjelaskan, memang benar telah dilakukan pengungkapan Narkoba yang berhasil diamankan dari pelabuhan Ferry Kota Gorontalo.
“Saat ini masih sementara dilakukan penyelidikan dan penyidikan terkait dengan hal ini,†ujarnya.
Ditambahkan pula, Narkoba memberikan dampak yang buruk bagi kehidupan, narkoba dapat merusak generasi muda yang notabene adalah generasi penerus bangsa, narkoba sudah masuk kesemua lini hingga Presiden RI katakan bahwa Indonesia Darurat Narkoba.
Oleh karena itu, mulai sekarang jauhi narkoba, jangan pernah mendekatinya dan semua pihak harus turut berperan memeramgi narkoba, mulai dari keluarga yang terus mengawasi pergaulan anak-anaknya dan sebagai orang tua bisa berikan contoh yang baik bagi putra putrinya.
“Selanjutnya, peran para ulama untuk turut memberikan pembinaan rohani guna meningkatkan keimanan masyarakat selain itu peran penegak hukum (Polri dan BNN) terus optimal lakukan pencegahan melalui Binluh narkoba, hingga Gakkum terhadap para pelaku narkoba.
Intinya, semua harus ikut andil dalam pemberantasan narkoba, agar generasi kita sehat dan masa depan bangsa menjadi cemerlang tanpa narkoba,†pungkasnya. (kif/hg)
