JAKARTA, hargo.co.id – Mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Edi Hasibuan mengaku prihatin dengan tindakan wanita bernama Dora Natalia yang mengumbar amarah ke Aiptu Sutisna, anggota Dirlantas Polda Metro Jaya yang bertugas di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (13/12).
Menurut Edi, tindakan wanita yang belakangan diketahui sebagai pegawai Mahkamah Agung (MA) itu sudah berlebihan.
“Apalagi DN merupakan pegawai di lembaga peradilan Mahkamah Agung (MA), seharusnya mengerti hukum. Jadi menurut saya tindakannya berlebihan dan sama sekali tidak menghormati simbol-simbol negara,” tutur Edi, Rabu (14/12).
Mantan wartawan yang kini memimpin Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) itu menambahkan, Dora sebagaimana tindakannya yang terekam dalam video diduga telah mempermalukan polisi yang bertugas dengan arogan.
Tindakan Dora bahkan bisa dikategorikan melawan petugas yang bisa dijerat dengan pasal 211 dan 215 KUHP yang ancaman hukuman maksimalnya adalah empat tahun penjara.
Edi justru mengapresiasi sikap Aiptu Sutisna yang jadi korban amukan Dora. Sebab, Sutisna tetap sabar meski dicakar dan dimaki.
Selain itu, Edi juga berharap insiden itu menjadi pembelajaran bagi jajaran polantas.
Terutama agar terus meningkatkan profesionalisme serta selalu mengedepankan sikap santun, membantu dan murah senyum dalam setiap melaksanakan tugas.
“Kami kira ke depan perlu dibuatkan SOP (standar operasional prosedur) yang baku jika polantas menghadapi kasus serupa. Sehingga terakomodir keselamatan petugas, perlindungan HAM serta masyarakat pelanggar lalu lintas, khususnya wanita,” tuturnya.
Sementara itu, sebagaimana dilansir, merdeka.com, Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan memberi penghargaan kepada Aiptu Sutisna karena kesabarannya menghadapi pengendara wanita Natalia Dora. Pegawai Mahkamah Agung (MA) itu sempat ngamuk mencakar Sutisna.
“Ya Pak Kapolda pesan semoga bisa jadi contoh buat teman-teman yang lain. Penghargaannya piagam,” kata Sutisna, Rabu (14/12).
Sutisna merupakan anggota Polda Metro Jaya. Saat kejadian sedang diperbantukan di Jatinegara, Jakarta Timur, untuk menjaga jalur Transjakarta. Tiba-tiba melaju mobil Xenia putih dikemudikan Dora.
“Ibu itu tiba-tiba maki-maki saya, padahal saya enggak setopin, enggak nilang, tahu-tahu dia maki-maki dengan kata-kata kasar,” ungkapnya.
Sutisna sempat memotret pelat nomor mobil Dora. Rupanya hal itu membuat suasana semakin panas. Emosi Dora tak terkendali, dia mengejar Sutisna sampai ke jalur Transjakarta.
“HP saya direbut, katanya disuruh ambil ke Mahkamah Agung,” tandasnya.
Seperti diketahui, video Dora marah-marah ke polisi jadi viral di media sosial. Akibat kejadian itu Sutisna membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Timur.(jpnn/hargo)
