Dorong Adanya Koperasi di Tiap Desa, Rachmad Gobel: Kita Harus Lawan Mafia untuk Wujudkan Kedaulatan Pangan

×

Dorong Adanya Koperasi di Tiap Desa, Rachmad Gobel: Kita Harus Lawan Mafia untuk Wujudkan Kedaulatan Pangan

Share this article
Menemui langsung masyarakat menjadi salah satu kebiasaan yang kerap dilakukan oleh Rachmad Gobel. Ini juga dapa dilihat pada gambar di atas. (Foto Istimewah)

Hargo.co.id, GORONTALO – Tokoh masyarakat Gorontalo Rachmad Gobel siap mendorong adanya koperasi di tiap-tiap desa. Menurut Rachmad, keberadaan koperasi dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk desa, khususnya yang bekerja sebagai petani.

Rachmad menuturkan bila koperasi bisa menjadi salah satu cara melawan mafia yang biasanya mempermainkan harga jagung di Gorontalo. Sebab dengan adanya koperasi, masyarakat bisa mengelola sendiri hasil produksi mereka serta bagaimana pendistribusiannya.

“Bila ada koperasi di desa-desa, saya yakin kesejahteraan para petani ini akan meningkat. Sebab nanti mereka sendiri yang mengelola hasil tani mereka, misalnya jagung, juga untuk pendistribusian ke pasar,” kata Rachmad, Rabu (6/3/2019).

“Begitu juga soal distribusi bibit dan pupuk dari pemerintah pusat. Nanti dari koperasi yang mengatur,” tuturnya.

“Dengan begitu, mafia-mafia yang biasa bermain akan mati kutu. Kita harus lawan mafia-mafia pangan ini,” lanjutnya.

elain itu, Rachmad menekankan bila koperasi yang nantinya didirikan harus dimiliki dan dikelola sendiri oleh para petani. Dirinya tidak ingin koperasi tersebut dimiliki oleh pihak swasta apalagi pihak asing.

“Koperasinya juga harus petani dan masyarakat yang kelola. Jangan sampai malah koperasinya milik swasta atau asing,” tegasnya.

Sebagai mantan Menteri Perdagangan, Rachmad mengaku sudah berpengalaman dalam hal melawan mafia. Sebab saat menjadi menteri, dirinya menyetop impor pangan serta berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Koperasi untuk meningkatkan hasil produksi pertanian di Indonesia.

“Saat jadi menteri kan saya stop itu impor pangan dari luar negeri. Karena saya ingin Indonesia bisa swasembada pangan. Makanya saya kerjasama dengan Menteri Pertanian dan Menteri Koperasi untuk meningkatkan hasil produksi dan pendapatan petani,” paparnya.

Rachmad yakin, dengan didirikannya koperasi dan tidak adanya lagi mafia pangan di Gorontalo, kehidupan petani dan masyarakat Gorontalo akan lebih sejahtera. Apalagi, Rachmad memiliki cita-cita untuk menjadikan Gorontalo memiliki kedaulatan pangan dan menjadi lumbung pangan untuk Indonesia timur.

“Saya yakin ini akan berhasil meningkatkan kehidupan petani dan masyarakat Gorontalo secara umum. Sebab Gorontalo ini punya lahan yang luas, yang bisa ditanami,” ucapnya.

“Kita harus memiliki kedaulatan pangan untuk Gorontalo sendiri dan menjadi lumbung pangan untuk Indonesia timur,” tandas pemilik gelar adat Ti Bulilango Hunggia itu. (adv)