Draenase Kurang Bagus, Desa Pohuwato Tergenang Air

×

Draenase Kurang Bagus, Desa Pohuwato Tergenang Air

Share this article
Usai hujan, genangan air nampak pada sejumlah rumah di Marisa meskipun ini sudah berlangsung dua hari. Draenase yang kurang bagus nampaknya menjadi pemicu munculnya genangan air. ( Foto Felix Idrus / Gorontalo Post).

Hargo.co.id MARISA – Pasca diguyur hujan, sejumlah rumah yang ada di kawasan pesisir pantai Desa Pohuwato, Kecamatan Marisa hingga saat ini masih terendam air. Kondisi ini diperparah dengan kurang berfungsinya drainase yang ada di desa tersebut.

Seperti dilansir Gorontalo Post, nampak halaman rumah beberapa penduduk di pesisir pantai itu digenangi air. Meski hujan sudah berlalu selama kurang lebih 15 jam namun halaman rumah penduduk masih saja terendam banjir. Bahkan menurut penuturan warga jika genangan itu akan berlangsung hingga beberapa hari.

Kondisi itu membuat masyarakat setempat merasa tidak nyaman dalam melakukan aktifitasnya sehari hari. Selain halaman  rumah di genangi air, ancaman penyakit juga mengintai warga setempat. hal ini tentu mebutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

“Jelas terjadi penyumbatan draenasi yang mengakibatkan air tidak mengalir normal. Perlu dilakukan pembenahan draenase sehingga wilayah Pohuwato tidak tergenang lagi,” harap warga setempat.

Sementara Kades Pohuwato Feriyal Bahar ketika dikonfirmasi terpisah membenarkan jika Desa Pohuwato menjadi langganan genangan air. Akan tetapi inisiatif warga melakukan pengurasan air menggunakan mesin alkon.

“Memang Rabu (22/6) dilakukan pengurasan air menggunakan mesin alkon, hanya saja mesin yang digunakan hanya satu sehingga tidak maksimal. Biasanya mesin alkon penyedot air digunakan hingga mencapai 3 unit akan tetapi saat ini dalam kondisi rusak,” terangnya.

Sebagaimana Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Pohuwato, Mohammad Ilyas Nento bahwa hingga saat ini pihaknya belum memperoleh informasi yang fatal terkait dengan hujan yang mengguyur wilayah Pohuwato selama dua hari belakangan. “Longsorpun kita belum menerima informasi,” tandasnya. (tr-30/hargo)