Drainase Bermasalah, Jalan Kota Jadi Langganan Banjir

×

Drainase Bermasalah, Jalan Kota Jadi Langganan Banjir

Share this article
Jalan Nani Wartabone Kota Gorontalo tergenang banjir saat Kota Gorontalo diguyur hujan lebat, kemarin, (24/6). Jalan ini termasuk diantara jalan utama di Kota Gorontalo yang langganan banjir. (FOTO : Natha/GP).

Hargo.co.id GORONTALO – Penanganan masalah banjir yang sering melanda jalan-jalan utama di pusat Kota Gorontalo perlu menjadi perioritas. Pasalnya Setiap kali hujan lebat, jalur jalan di pusat ibukota Provinsi Gorontalo ini langsung tergenang.

Sejauh ini belum terlihat langkah kongkrit pemerintah untuk menanggulangi masalah tersebut. Padahal, problem ini cukup besar pengaruhnya bagi masyarakat dan pengguna jalan.

Salah satunya seperti di Jalan Nani Wartabone. Jumat, (24/6) sore, saat Kota Gorontalo diguyur hujan lebat, hampir sepanjang akses jalan digenangi air hingga ketinggian 10 centimeter. Kondisi ini tentunya sangat membuat para pengendara kesulitan. Selain itu juga dengan adanya genangan air ini, menimbulkan kemacetan panjang.

Hal yang sama juga terlihat di Jalan Samratulangi, terutama 50 meter mendekati Pasar Sentral Kota Gorontalo. Genangan air mencapai 15 centimeter. Kondisi ini juga terjadi di sejumlah titik jalan lainnya, seperti di Jalan HB. Yasin.

Salah satu penyebab, jalan-jalan utama menjadi langganan banjir karena tidak tersedianya sistem drainase yang memadai. Drainase yang kecil sehingga mudah mampet (Taprop).

Ada juga jalan yang punya drainase, namun tertutup total oleh trotoar tanpa disertai lubang yang memadai sebagai jalan untuk dialiri genangan air di Badan Jalan.

Abdul Rahman salah seorang karyawan swasta di Kota Gorontalo mengaku heran dengan pemerintah Kota Gorontalo. Sebab, kondisi jalan utama yang sering tergenang ini sudah lama, namun belum ada tindakan khusus untuk penanganannya. “Saya terus terang heran banyak sekali genangan air di Kota Gorontalo pak, jangan-jangan memang sistem drainase di Kota Gorontalo yang tidak diurusi dengan baik,” ujarnya.

Senada dengan Abdul Rahman, Yusuf Konola, salah seorang abang bentor mengatakan, genangan air di sejumlah jalan utama di Kota Gorontalo sudah sangat memperihatinkan. Kondisi ini membuatnya sangat sulit.

“Kita sebagai pengemudi bentor selalu dibuat susah dengan kondisi ini. Apalagi kalau mengantar penumpang. Genangan air seperti ini pak sudah berulang kali terjadi, dan herannya tidak ada sikap jelas dari pemerintah Kota Gorontalo,” ujarnya. (tr-45/ar/hargo)