Dua Hari Tak Ada Kabar, Nelayan di Torosiaje Ditemukan Mengapung Tak Bernyawa

×

Dua Hari Tak Ada Kabar, Nelayan di Torosiaje Ditemukan Mengapung Tak Bernyawa

Sebarkan artikel ini
Tim SAR dan pemerintah desa serta masyarakat saat mengevakuasi jasad korban. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORLNTALO – Seorang nelayan asal Dusun Jati, Desa Torosiaje, Popayato, Pohuwato yang dilaporkan hilang, akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah dilakukan pencarian oleh Tim SAR Gabungan serta pemerintah desa dan masyarakat.

Jasad yang diketahui bernama Ferdi Langke (51) itu, ditemukan mengapung di Pulau Lalayo, perairan Moutong Sulawesi Tengah, Selasa (26/7/2022).

Sebelumnya, pihak keluarga melaporkan Ferdi yang tak kunjung pulang setelah pergi melaut pada hari Ahad (24/7/2022). Setelah coba dihubungi, keluarga tak mendapat balasan dari Ferdi. Khawatir dengan kondisi Ferdi, keluarga pun mencoba mencari keberadaannya namun hanya mendapati perahu beserta sejumlah perlengkapan milik Ferdi mengapung diperairan Popayato. Segera, keluarga pun melaporkan kejadian ini kepada pemerintah desa serta tim SAR Gabungan dari unsur TNI-Polri, Pemerintah Daerah, Basarnas Gorontalo hingga aparat desa. Pencarian sempat dilakukan hingga kewilayah perairan Lemito-Wanggarasi.

Sejumlah personil TNI-Polri di wilayah Lemito-Wanggarasi pun dikerahkan untuk mencari keberadaan korban. Setelah melakukan pencarian selama kurang lebih sehari, tim SAR gabungan yang dibantu pemerintah desa dan masyarakat akhirnya berhasil menemukan jasad Ferdi yang mengapung di perairan Pulau Lalaye, Sulawesi Tengah. Baru pada pukul 08.20 Wita, jasad korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah duka.

Danpos SAR Marisa, Alfrits M. Rotiie, menyebutkan jika jasad korban pertama kali ditemukan nelayan yang ikut membantu pencarian bersama tim SAR Gabungan, dimana jasad korban ditemukan berada di sekitar pulau Lalaye, wilayah perairan Sulawesi Tengah. Dugaan awal, kata Alfrits, korban mengalami kecelakaan saat berada di atas perahu dan terjatuh hingga akhirnya tenggelam.

“Sudah ditemukan, kami tim SAR Gabungan sudah mengevakuasi jasad korban pukul 08.20 Wita pagi tadi. Dugaan kita yang bersangkutan mengalami trouble hingga membuat dia jatuh dan tenggelam, bisa jadi faktor cuaca juga membuat dia kesulitan naik lagi ke perahu,” ucap Alfrits.

Lanjut Alfrits, saat proses evakuasi tim tidak menemukan kendala apapun, evakuasi jenazah Ferdi pun berjalan lancar dan dilakukan dengan cepat. Jenazah korban pun akhirnya di bawa ke Desa Torosiaje, rumah duka.

“Saat evakuasi tadi tim tidak ada kendala, cuaca juga aman tadi, jadi kami tim gabungan dibantu dengan masyarakat nelayan sekitar mudah untuk melakukan evakuasi. Sekarang jenazah sudah dibawa pihak keluarga ke rumah duka untuk disemayamkan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ryan Lagili