Hargo.co.id –Â Aktor Dude Harlino terus membuktikan kepeduliannya kepada masyarakat Jogjakarta. Lewat bisnis oleh-olehnya Jogja Scrummy, dia tidak sungkan-sungkan untuk terus datang ke kota tersebut.
Terbaru, pria kelahiran 2 Desember 1980 itu mengikuti serangkaian agenda di Jogjakarta, salah satunya mengikuti Talkshow di Universitas Ahmad Dahlan dengan tema Pengusaha Muslim Berdikari Membangun Ekonomi Negeri. Dude Harlino dipercaya mengisi talkshow karena dirinya dinilai menjadi satu-satunya Artis Entrepreneur di Jogja yang menjadi Pelopor Oleh-oleh kekinian dan peduli dalam kemajuan UMKM di Jogjakarta sampai dengan Jawa Tengah.
Tidak hanya itu, setelah mengisi talkshow Dude juga menyerahkan dana bantuan senilai Rp 30 juta, untuk renovasi salah satu sekolah dasar SDN Donokerto Turi, Jogjakarta. Hal ini sesuai arahan dari Dinas Pendidikan Sleman dan hasil survey Tim Jogja Scrummy, di mana keadaan gedung sekolah yang terus bocor pada musim hujan. Tiang penyangga yang sudah rapuh, keadaan MCK yang tidak sesuai standar dan sarana pembelajaran yang tidak lengkap dengan papan tulis yang sudah rusak. Belum lagi bangku sekolah yang tidak sesuai standar prasarana yang telah ditentukan.
“Saya bersukur sekali, bersama tim Jogja Scrummy bisa membantu meringankan apa yang benar-benar dibutuhkan untuk adik-adik yang masih duduk di sekolah dasar. Atas apa yang menjadi kekurangan di sekolah itu, menjadi alasan kami menentukan SD Donokerto Turi yang berlokasi cukup pelosok sebagai sekolah yang mendapat bantuan dana CSR tersebut,†kata Dude Harlino kepada JawaPos.com, Senin (20/11).
Suami Alyssa Soebandono ini menambahkan, program tersebut merupakan kegiatan yang dikawal langsung oleh Dinas Pendidikan Kab Sleman DIY yaitu Kepala Dinas Pendidikan Arif Haryono dan Kepala Bidang Sarana Prasana Dinas Pendidikan Sleman Sri Adi Marsanto. Penyerahan dana CSR ini langsung diberikan oleh Dude Harlino kepada Kepala Sekolah SD Donokerto yaitu Bapak Sanusi.
Selanjutnya, selain melakukan penyerahan donasi, pemain sinetron ini juga menyempatkan diri bertemu dengan kelompok petani salak turi dan penggiat UMKM olahan Salak di daerah Agrowisata Girikerto, Sleman. Kesempatan itu dimanfaatkannya untuk berbincang dan belajar bersama petani.
“Saya juga banyak belajar dari para petani salak turi serta UMKM setempat. Kami banyak diskusi untuk terus berusaha dan membantu perkembangan pariwisata di Jogjakarta secara keseluruhan. Semoga program ini semakin kuat dan terus memajukan para UMKM setempat serta pariwisata,” tutup pria berdarah Minangkabau ini.
(ded/JPC/hg)
