Kab. Gorontalo

Dugaan Gratifikasi di RSUD MM Dunda, Bupati Sofyan Instruksikan Inspektorat dan TPHD Selidiki

×

Dugaan Gratifikasi di RSUD MM Dunda, Bupati Sofyan Instruksikan Inspektorat dan TPHD Selidiki

Share this article
Dugaan Gratifikasi di RSUD MM Dunda, Bupati Sofyan Instruksikan Inspektorat dan TPHD Selidiki
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi.

Hargo.co.id, GORONTALO – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi menginstruksikan Inspektorat dan Tim Penjatuhan Hukuman Disiplin (TPHD) menyelidiki isi chattingan antara Direktur RSUD MM Dunda Limboto non aktif dr. Alaludin Lapananda dengan salah seorang oknum kontraktor yang beredar luas.

Berita Terkait:  Bupati Sofyan Pimpin Tanam Serentak, Program Hilirisasi Perkebunan Mulai Digenjot di Kabgor

Isi chatingan tersebut, diduga kuat mengarah ke gratifikasi.

“Saya sudah perintahkan tim untuk menyelidiki secara menyeluruh, jika terbukti, saya pastikan pejabat yang terlibat akan diberi sanksi tegas,” ujar Sofyan Puhi dengan nada serius saat diwawancarai, Rabu (2/7/2025).

Berita Terkait:  Banyak Ilmu Bermanfaat, Nelson Bersyukur Bisa Ikut KPPD

Sofyan Puhi juga dengan tegas mengatakan, persoalan ini tidak akan dibiarkan begitu saja, karena merusak tatanan birokrasi di Kabupaten Gorontalo.

“Pemerintahan Sofyan-Tonny salah satu visi misinya adalah melakukan restorasi pemerintahan dan juga restorasi tata kelola keuangan dilingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo, sehingga terkait masalah ini harus ditelusuri dengan benar,” pungkasnya.

Berita Terkait:  Pemkab Gorontalo Komit Perkuat Tata Kelola Kepegawaian

Dalam isi chat yang beredar luas di masyarakat dan media sosial, salah seorang oknum yang diduga kontraktor ini menyindir dr. Alaludin soal harga diri dan menyatakan, bahwa dirinya memiliki bukti berupa rekaman suara yang menunjukkan bahwa sejak awal proyek, pejabat tersebut kerap meminta uang.

Bahkan, si kontraktor dengan tegas menyebut bahwa semua bukti telah ia dokumentasikan.

Berita Terkait:  Nelson Reuni dengan Mantan Gurunya di HUT PGRI

Percakapan tersebut mengindikasikan adanya permintaan dana oleh oknum pejabat kepada pihak pelaksana proyek,

yang dalam konteks hukum dan etika birokrasi bisa dikategorikan sebagai gratifikasi atau bahkan pemerasan terselubung.

Berita Terkait:  Terminal Tipe B di Limboto Mulai Dibangun, Nelson: Bisa Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Gratifikasi adalah tindakan memberi uang, barang, atau fasilitas kepada penyelenggara negara atau pegawai negeri. Pemberian ini dilakukan dalam konteks tugas atau pekerjaan mereka. Pengertian dan kriteria gratifikasi tercantum dalam Undang-undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001.

Menurut UU tersebut gratifikasi mencakup berbagai bentuk pemberian, seperti uang, barang, diskon,

Berita Terkait:  PAD Jauh Dari Target, Nelson Minta OPD Lakukan Efisiensi Anggaran

komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, wisata, pengobatan gratis, dan fasilitas lainnya.

Pemberian ini bisa dilakukan baik di dalam maupun di luar negeri, dengan atau tanpa menggunakan sarana elektronik. Secara umum gratifikasi memiliki makna netral, sehingga tidak semua bentuk gratifikasi dianggap salah atau dilarang.(Deice)

Berita Terkait:  Alaludin Lapananda Dinonaktifkan dari Jabatan Direktur RSUD MM Dunda