Hargo.co.id GORONTALO – Warga Kelurahan Liluwo, Kota Tengah dibuat gempar dengan kasus gantung diri di salah satu kamar kos-kosan di Jalan Palu, kemarin, Senin (22/5). Setelah diidentifikasi, korban gantung diri tersebut bernama Sang Ayu Made Puspawati (19) yang merupakan mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi di Gorontalo.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui pasti penyebab warga asli Desa Tri Rukun, Kecamatan Wonosari, Boalemo ini nekat mengakhiri hidupnya. Namun dari kabar yang beredar, diduga karena masalah cinta.
Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, Sang Ayu pertama kali ditemukan oleh Dewa Gede Wijana (20) yang merupakan pacarnya sekitar pukul 13.30 Wita. Saat ditemukan, menurut pengakuan Dewa, Sang Ayu tergantung di tiang ranjang menggunakan dua buah sarung yang disambung.
Kondisi mahasiswa Fakultas Farmasi itu saat ditemukan oleh Dewa sudah tak bernyawa. Saat itu juga, Dewa pun berinisiatif melepas sendiri sarung yang melilit wanita yang telah dipacarinya selama dua tahun itu.
Setelah itu, Dewa kemudian membaringkan jasad Ayu di lantai sembari meminta tolong kepada warga setempat. Tak lama kemudian polisi tiba di lokasi kejadian dan mengamankan korban ke Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo.
Sedangkan Dewa langsung diamankan di Mapolsek Kota Tengah untuk diintrogasi.Menurut informasi yang beredar di kalangan rekan Ayu dan Dewa, malam sebelum ditemukan tewas, Ayu dan Dewa sempat terlibat pertengkaran hebat.
Diduga malam itu, Dewa dan Ayu cek-cok di kamar kos milik Dewa. Belum jelas pertengkaran itu, namun tidak lain akibat permasalahan mereka berdua. Keesokan harinya, Dewa kemudian meninggalkan Ayu sendiri di dalam kamar kos dan pergi ke kampus untuk kuliah. Barulah setelah usai kuliah, Dewa kembali ke kosnya.
Namun, setibanya, kos miliknya seluas 5×6 itu terkunci rapat dari dalam. Dewa pun kemudian menggedor-gedor pintu dan meminta Sang Ayu membukakan pintu untuknya. Tapi tak ada respon dari Ayu. Dewa kemudian memaksa masuk dengan cara mendobrak pintu belakang kos dan langsung mendapati Ayu telah tergantung di atas ranjang.
Kanit III SPKT Polres Gorontalo Kota, Ipda Agus Ngurawan saat ditemui di lokasi kejadian mengungkapkan, sejauh ini dugaan sementara Ayu meregang nyawa karena bunuh diri.
Namun, pihaknya masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut karena pihak keluarga korban tetap meminta kepada polisi untuk melakukan otopsi terhadap jasad korban. “Untuk sementara dugaan adalah bunuh diri. Di leher korban ditemukan bekas lebam biru,” ujarnya.
Lebih lanjut Agus menambahkan, saat ini pihaknya juga telah mengamankan Dewa untuk diambil keterangan terkait kronologis sebelum kejadian.
“Memang menurut pengakuan Dewa sebagai penemu pertama korban, Ayu sudah dalam kondisi meninggal dunia dan Dewa sendiri yang melepas kain dan menurunkan korban dari gantungan,” tambahnya.
Saat ini, pihaknya akan segera menyurat ke Polda Sulawesi Selatan untuk permintaan otopsi terhadap korban guna mengungkap penyebab pasti kematian Sang Ayu.
Sementara itu, menurut salah seorang teman korban, Sang Ayu sendiri memang dikenal pendiam dan sangat tertutup. Bahkan, dia dikenal jarang berkomunikasi dengan teman-teman satu kos-kosannya. “Ayu itu baru pulang beberapa hari yang lalu dari lokasi praktikum.
Tapi belakangan dia jarang tidur di kos. Saya saja ketemu terakhir sekitar satu minggu yang lalu,” ujar rekan kos Ayu yang enggan disebutkan namanya itu.
Mahasiswi yang mengaku tinggal bersebalahan dengan kamar kos Ayu juga mengungkapkan senada.
Selain itu, pemilik kos, Leni Ilanunu, mengatakan, tidak mengetahui apa yang menimpa Sang Ayu tersebut karena seharian kamar kos tersebut tertutup. “Saya tidak mendengar apa-apa sebelum kejadin ini, nanti setelah ditemukanya korban ini baru saya tahu bahwa ada yang gantung diri,” ujarnya.(tr-45/tr-53/hg)
