Dukung Perempuan Palestina, Adara Gaungkan Gerakan ‘Kita Semua Maryam’

×

Dukung Perempuan Palestina, Adara Gaungkan Gerakan ‘Kita Semua Maryam’

Sebarkan artikel ini
Ketua Adara Relief International, Nurjanah Hulwani (paling depan) ketika membacakan naskah deklarasi gerakan 'Kulluna Maryam atau Kita Semua Maryam' di Gedung Indosat, Jakarta Pusat, Kamis (21/2). (Ricardo/JPNN/JawaPos.com)

Hargo.co.id – Dukungan terhadap para pejuang perempuan Palestina terus mengalir deras di seluruh dunia. Sejumlah aktivis dan lembaga kemanusiaan bahkan kini membuat gerakan tagar bertajuk ‘WeAreAllMary’ dan ‘WeAreAllMaryam’, atau Kita Semua Maryam.

Di Indonesia, gerakan tersebut diinisiatori organisasi Adara Relief International. Adara, bersama lembaga-lembaga yang peduli terhadap Palestina, terus menggaungkan kampanye ‘Kita Semua Maryam’ ke pelosok negeri.

Dukung Perempuan Palestina, Adara Gaungkan Gerakan 'Kita Semua Maryam'

Kemarin, Adara bersama sejumlah komponen masyarakat mendeklarasikan dukungan mereka terhadap gerakan ‘Kita Semua Maryam’. Deklarasi tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan profesional.

Di antaranya Ketua Umum KNRP Suripto, Pengurus SKI Indosat Priagung Utomo, Anggota DPR RI Ledia Hanifa Amalia, Ketua Muslimah Al Irsyad Fahimah Azkar, Ketua Aspac for Palestine Oke Setiadi Effendi.

Selanjutnya Ketua Umum Perhimpunan Alumni Timur Tengah Profesor Nabila Lubis, Redaktur JawaPos.com Imam Solehudin, Pengurus Wanita PUI Pusat Iroh Siti Zahroh, Pengurus Muslimah Al Wasliyah Pusat Rahmah, Pengurus Muslimah PB Mathlaul Anwar Azizah, Perwakilan dari Jaringan Sekolah Islam Terpadu dan Perwakilan KISPA, PP Salimah, SoA serta perwakilan Persistri Jakarta.

Gerakan ini sendiri telah berlangsung di seluruh penjuru dunia sejak 28 Januari. Dan terus akan digaungkan hingga 8 Maret 2019.

“Konsekuensi perjuangan mereka amat berat dan membutuhkan ketegaran luar biasa. Mereka ditahan, dipisahkan dari keluarga dan anak-anak, rumah dirampas dan dihancurkan,” kata Kata Ketua Adara Relief International Nurjanah Hulwani, saat memberikan sambutan dalam kegiatan deklarasi tersebut.

“Dan yang tak habis pikir, dilarang memasuki kota tempat tinggal dan memasuki masjid Al Aqsha. Padahal itu hak mereka,” tegas Nurjanah. Nurjanah berharap gerakan ini dapat menjadi salah satu langkah penting untuk mewujudkan hak-hak mereka untuk hidup di atas tanahnya sendiri.

“Perempuan Al Quds membutuhkan dukungan kita semua. Mereka adalah kita, kita adalah mereka. Karena kita semua Maryam,” pungkas Nurjanah yang disambut dengan pekikan takbir.(jpc/hg)