Dulu Diburu, Sekarang Tabiar

×

Dulu Diburu, Sekarang Tabiar

Share this article
Bongkahan batu akik di Jl. HOS Cokroaminoto, Kelurahan Heledulaa, Kota Timur, Kota Gorontalo. (foto:Rudini/Gorontalo post)

Kondisi itu sebagaimana dialami Roni, salah seorang perajin batu akik di Jl. HOS Cokroaminoto, Kelurahan Heledulaa, Kota Gorontalo. Saat ini beraneka jenis batu akik milik Roni menumpuk di sepanjang pagar rumah.

Bebatuan tersebut tak lagi diolah dan menumpuk begitu saja. Padahal tahun lalu, usaha yang dirintis Roni sejak 2006 silam itu kebanjiran order. Dari pagi hingga tengah malam, silih berganti orang yang datang. Baik untuk membeli batu akik bongkahan, mengasah batu akik hingga batu akik yang sudah selesai diasah.

“Sudah ada empat bulan terakhir, penjualan batu akik kurang bergairah. Bahkan dalam rentang waktu tersebut, belum ada satupun batu akik yang laku,” ujar Roni.

Pria berkulit sawo matang itu mengaku sudah banyak rekan-rekannya, sesama perajin batu akik, menutup usaha dan beralih ke dagangan yang lain.

Hal itu dikarenakan peminat batu akik kian sepi. “Ini sudah menjadi hobi, jadi walaupun sudah kurang peminat saya tetap enjoy. Sebab, kalau hanya setengah-setengah sudah lama saya mundur,” tutur Roni.

Lebih lanjut Roni mengaku, tren batu akik akan kembali muncul pada 2020 mendatang. “Insya allah 2020 bakalan ramai lagi, ya feeling saya itu. Saya jualan sudah lumayan lama, jadi memang kondisi ini sudah biasa,” ujar Roni.(tr-49/hargo)