“Mereka semua pantai yang bagus,†terang Svetlana Pyatikhatka, Direktur Eksekutif Asosiasi Wisatawan Dunia Tanpa Batas seperti dikutip dari online Rambler.Puteshestviya.
Namun, para agen perjalanan sadar bahwa resor Asia tak bisa sepenuhnya menggantikan Turki dan Mesir karena letaknya yang jauh dan tingginya harga penerbangan. Penerbangan dari Moskow ke Asia memakan waktu delapan jam dan harga tikernya hampir tiga kali lipat lebih tinggi.
Akan tetapi, berbeda dengan Moskow dan area barat Rusia, wilayah timur Rusia, seperti Ural, Siberia, dan Timur Jauh juga memiliki jarak yang sama dari Eropa dan Asia. Dengan begitu, masalah jarak tak telalu penting.
“Bagi penduduk Trans-Ural dan Timur Jauh, tur ke Asia bisa lebih murah daripada ke Mesir,†kata Svetlana.
Svetlana bercerita, selama ini Mesir dan Turki memimpin segmen pariwisata dari segi iklan di Rusia. Papan iklan raksasa ditempatkan di kota-kota besar, iklan di televisi, artikel majalah dan koran — semua menceritakan kecantikan pantai dan beragam pilihan wisata di negara tersebut bagi warga Rusia.
Menurut Patikhatka, Menteri Budaya dan Pariwisata Turki menginvestasikan lima juta dolar AS di Rusia pada 2012 hanya untuk mengiklankan Turki sebagai tujuan wisata.
Menpar Arief Yahya menyambut gembira soal rencana pembukaan direct flight dari Rusia ke Indonesia, entah Jakarta atau Bali. Rusia memang belum menjadi prioritas utama bagi Kemenpar, karena jaraknya jauh, dan belum ada penerbangan langsung.
“Akses dan connectivity-nya agak berat. Tetapi kalau ada maskapai yang mau terbang langsung, saya kira peluang destinasi pariwisata Indonesia juga sangat kuat,” ujar Arief Yahya.
Arief belum bisa memastikan, kapan akan mendorong maskapai penerbangan Garuda ke Rusia. Kecuali, angka-angka kunjungan dari Rusia sudah signifikan. “Welcome dan kami sangat apreciate atas usaha asosiasi,” ujar Arief.(ndi/hargo)
