Atas terobosan yang dilakukan, karir Hanafi di Al-Shabab pun moncer. Pada 2009, sekitar setahun setelah dia bergabung, Al-Shabab mempromosikannya menjadi komandan.
Setahun berikutnya, dia terluka parah dalam bentrok dengan aparat saat memimpin pasukannya bertempur. Sepak terjangnya berakhir di Kenya saat aparat berhasil membekuknya. (AP/voiceofamerica/dailymail/hep/c15/ami)
