Sabtu, 2 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Erosi Sungai Alo Kian Parah, Pasar Buhu Terancam Putus

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Selasa, 30 Januari 2018 | 07:14 Tag: , ,
  

Hargo.co.id Gorontalo – Curah hujan tinggi yang sering melanda baru-baru ini membuat erosi di sungai Alo semakin menjadi-jadi. Akibatnya, rumah warga, jembatan hingga pasar tradisional di Dusun Kopi, Desa Buhu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, yang ada di bibir sungai kian terancam keberadaannya.

Dari Pantauan Gorontalo Post, sedikitnya ada 176 KK di Dusun Kopi, Desa Buhu, Kecamatan Tibawa yang keberadaan rumahnya terancam erosi saat debit air di sungai Alo naik lagi.

Tak hanya pemukiman warga saja, pasar tradisional Desa Buhu dan jembatan yang merupakan akses jalan trans Sulawesi menuju Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) ini juga terancam putus akibat pondasi jembatan yang terkikis dan mengkhawatirkan.

Warga menilai jika penanganan tak segera dilakukan, bukan tidak mungkin pemukiman warga, pasar dan juga jembatan akan rusak total.

“Satu atau dua kali lagi air naik, pasti rusak semua ini pak, rumah warga mo jatuh di sungai,” ujar Rustam Usman (27), warga di Desa Buhu, Kecamatan Tibawa sembari menunjukan bantaran sungai yang tergerus mendekati rumahnya.

Sebelumnya, kata Rustam, tanah di samping rumahnya berada sekitar 15 meter dari sungai sebelum terjadi erosi. Namun saat ini hanya berkisar kurang dari 1 saja meter dari Sungai Alo.

Mewakili warga sekitar, dia pun berharap agar pemerintah segera melakukan langkah penanganan yang cepat agar tak merusak pemukiman warga. “Sudah 10 tahun saya tinggal disini, tapi tidak ada penanganan. yang ada cuma mereka datang ba foto terus,” ujar Rustam kepada awak media.

Kepala Desa Buhu, Wirawan Lamawani, mengungkapkan, pihaknya sudah pernah mengusulkan kepada pemerintah daerah untuk dilakukan normalisasi terhadap bantaran sungai Alo yang kini mengancam pemukiman dan fasilitas warga lainnya.

“Bahkan hari Senin kemarin kita sudah konsultasikan kepada pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II dan dijanjikan untuk segera dilakukan normalisasi,” ungkap Wirawan.(tr-56)

(Visited 10 times, 1 visits today)

Komentar